Rabu, 26 Februari 2020

Studi: Perubahan Iklim Berpengaruh Terhadap Kesehatan Jantung Janin

Diperkirakan, dalam rentang waktu tahun 2025-2035, banyak bayi yang akan terlahir dengan kelainan jantung bawaan.

Vika Widiastuti
cloud_download Baca offline
Ilustrasi ibu hamil. (pixabay)
Ilustrasi ibu hamil. (pixabay)

Himedik.com - Banyak faktor bisa memengaruhi kondisi perkembangan janin dalam rahim ibu. Bukan hanya faktor gaya hidup, sebuah penelitian mengungkapkan, iklim bisa juga berpengaruh terhadap janin.

Dilansir SUARA.com dari CNN, berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh American Heart Association, perubahan iklim merupakan salah satu faktor serius yang memengaruhi kesehatan jantung janin.

Diperkirakan, dalam rentang waktu tahun 2025-2035, banyak bayi yang akan terlahir dengan kelainan jantung bawaan. Hal ini karena sang ibu berpotensi terpapar temperatur tinggi yang dipengaruhi oleh perubahan cuaca saat hamil.

Efek perubahan iklim ini terutama terjadi pada ibu yang mengandung saat musim semi atau musim panas. Menurut penelitian, sejumlah 7.000 kasus kelainan jantung bawaan akan terjadi di Amerika serikat selama 11 tahun ke depan.

Masalah kesehatan jantung yang mungkin terjadi adalah cacat jantung bawaan, yang membahayakan kesehatan bayi secara keseluruhan dan berpotensi berpengaruh pada cara kerja dan perkembangan tubuh bayi.

Para peneliti menemukan fakta ini dengan melihat data yang terkumpul di National Birth Defects Prevention Study dan melakukan sinkronisasi dengan data iklim dari pemerintah Amerika Serikat.

Meski belum jelas hubungan antara kesehatan jantung janin dan perubahan iklim, tetapi para peneliti berpendapat bahwa temperatur panas dapat menyebabkan kematian sel janin dan dapat berdampak negatif terhadap protein yang berperan dalam perkembangan. Kesimpulan ini didapat setelah mereka melakukan penelitian terhadap janin hewan.

Dalam penelitian sebelumnya juga disebutkan suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan janin terlahir lebih cepat, bobot janin di bawah normal, dan gangguan saat melahirkan.

(SUARA.com/Vania Rossa)

Terkait

Terkini