Selasa, 31 Maret 2020

Begini Cara Mengatasi Sindrom Tumbuh Gigi pada si Kecil

Biasanya saat tumbuh gigi, si kecil akan merasa tidak nyaman dan sering rewel.

Vika Widiastuti | Dwi Citra Permatasari Sunoto
cloud_download Baca offline
Bayi tumbuh gigi. (Pixabay/Mojpe)
Bayi tumbuh gigi. (Pixabay/Mojpe)

Himedik.com - Teething syndrome atau sindrom tumbuh gigi merupakan proses normal yang dialami bayi saat gigi mereka patah, copot, atau baru tumbuh. Nah, umumnya menurut American Dental Association bayi mulai tumbuh gigi ketika berusia antara 6 hingga 12 bulan.

Namun, normalnya, anak harus memiliki sebanyak 20 gigi primer saat usianya menginjak 3 tahun.

Pada dasarnya, bayi dilahirkan dengan gigi lengkap di bawah gusinya. Selama tahun pertama kehidupan, gigi-gigi ini mulai muncul menembus gusi. Gigi-gigi ini menembus gusi secara bertahap. Biasanya, gigi seri bawah tumbuh pertama kali, diikuti oleh gigi seri atas.

Lalu sisanya akan mulai tumbuh menembus gusi dalam periode tiga tahun. Namun, beberapa anak ada yang sudah tumbuh gigi lengkap setelah usia 2 tahun.

Nah, yang perlu bunda tahu adalah bahwa selama tumbuh gigi setiap bayi memiliki campuran gejala yang unik. Gejala yang paling umum adalah iritabilitas ringan (gampang marah/rewel) dan kurang nafsu makan.

Gejala tumbuh gigi lainnya yaitu si kecil mulai ngiler, mengunyah benda padat, rewel, mudah marah, kehilangan selera makan, gusi merah, dan bengkak.

Lalu, apa yang harus dilakukan saat mengalami sindrom tumbuh gigi?

Bayi makan buah. (Pixabay/3217138)
Bayi makan buah. (Pixabay/3217138)

 

Meskipun tumbuh gigi adalah proses alami, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk membantu meringankan ketidaknyamanan si kecil. Dilansir dari healthline, bunda dapat mencoba menggosok gusinya dengan waslap basah atau jari, tapi pastikan semuanya bersih ya.

Selain itu, bunda juga bisa berikan mainan cincin tumbuh gigi untuk meringankan ketidaknyamanan. Untuk efek yang lebih menyejukkan, bunda bisa simpan dulu dalam kulkas.

Dengan begitu, saat si kecil mengunyah, mainan tidak hanya memberikan tekanan pada gusi, tapi juga kesejukan yang menenangkan. Ingat, cukup dinginkan ya bun, bukan dibekukan.

Setelah itu, perkenalkan pada makanan yang lebih keras, seperti buah atau sayuran. Namun, saat si kecil menyantapnya, pastikan tetap bersamanya untuk memantau dan mencegah tersedak.

Masalahnya, banyak orang tua percaya bahwa demam tinggi dan diare juga merupakan gejala tumbuh gigi, padahal faktanya tidak demikian. Oleh sebab itu, hubungi dokter anak jika mengalami demam, diare, atau jika si kecil terus merasa tidak nyaman.

Terkait

Terkini