Sabtu, 07 Desember 2019

Video: Ibu Menyuapi Putranya yang Tak Berhenti Bermain Game Selama 48 Jam

Ibunya sudah sering mengomel tentang game online-nya, tapi itu tidak berhasil.

Vika Widiastuti | Dwi Citra Permatasari Sunoto
Ibu menyuapi anaknya yang kecanduan game. (YouTube/Video Precede)
Ibu menyuapi anaknya yang kecanduan game. (YouTube/Video Precede)

Himedik.com - Setiap orang tua memang memiliki cara masing-masing dalam mendidik anaknya. Namun, bagaimana jika itu terlalu memanjakan, menuruti, atau membiarkan semua yang anak mau?

Mungkin video ini bisa menjadi salah satu contohnya. Bahwa terlalu memanjakan anak itu tentu tidak baik.

Bayangkan saja, video berdurasi tiga menit itu memperlihatkan seorang ibu berjalan ke warung internet (warnet) untuk memberi makan putranya karena sang anak menolak untuk berhenti bermain game selama 48 jam.

Menurut laporan Daily Mail yang dilansir dari World of Buzz, Lilybeth Marvel secara tak langsung 'dipaksa' untuk memberi makan anaknya Carlito (13), yang terobsesi dengan permainan PC battle royale 'Rules of Survival'.

Anaknya menolak meninggalkan layar dan ibu dari Filipina itu berusaha membujuknya untuk makan selama permainan berlangsung.

"Anakku yang malang ... Sini, makanlah sekarang. Kamu punya banyak uang, mungkin sampai besok bagimu untuk pulang. Apakah kamu masih perlu buang air kecil? Ya ampun, hanya merasa kasihan pada anakku. Kamu sangat menjengkelkan," kata Lilybeth dalam rekaman video.

Dia menunjukkan kepedulian yang mendalam pada Carlito, tetapi nampaknya putranya tidak demikian. Bahkan, Lilybeth dan suaminya harus mengeluarkan Carlito dari sekolah karena permainan mulai mengganggu pendidikannya.

"Saya dulu hanya mengomel tentang game online-nya, tapi itu tidak berhasil. Jadi saya mencoba pendekatan yang berbeda," ungkapnya seolah membela sang anak.

"Saya mencoba membuatnya merasa bahwa apa pun yang terjadi dalam hidupnya, saya adalah ibunya yang mencintainya dan merawatnya."

Dia menambahkan bahwa melarangnya mengunjungi kafe cyber tidak berhasil. Ia bahkan telah mencari bantuan online.

Kecanduan bermain game tentu saja merupakan fenomena yang mengkhawatirkan, apalagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendaftarkan kecanduan game sebagai kondisi kesehatan mental pada Januari 2018.

Terkait

Terkini