Kamis, 21 November 2019

Menyusui dalam Kondisi Berbaring Bikin Bayi Congekan? Ini Kata Dokter

Ketika berbaring maka ASI yang disedot bayi bisa masuk ke saluran eustachius.

Vika Widiastuti
Ibu menyusui (busui). (Shutterstock)
Ibu menyusui (busui). (Shutterstock)

Himedik.com - Saat menyusui buah hati, baiknya Bunda menghindari posisi berbaring. Menyusui sambil berbaring disebutkan bisa meningkatkan risiko bayi mengalami congekan atau dalam bahasa medis disebut otitis media akut (OMA).

Disampaikan dr Hably Warganegara, Sp. THT-KL, Dokter Spesialis THT, Bedah Kepala dan Leher RSPI Bintaro Jaya, ketika berbaring maka ASI yang disedot bayi bisa masuk ke saluran eustachius. Saluran ini, lanjut dia, merupakan penghubung telinga bagian tengah dengan rongga di belakang hidung dan tenggorokan bagian atas.

"Bayi dengan posisi tidur telentang pada saat menyusu juga sering menyebabkan congekan karena masuknya air susu ke dalam saluran tuba eustachius ke telinga tengah," ujar dr Hably dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Meski demikian dr Hably mengatakan posisi berbaring merupakan posisi ternyaman bagi para ibu untuk menyusui anaknya. Jika memang lebih nyaman dalam posisi ini pastikan naikkan sedikit kepala anak sehingga menghindari ASI masuk ke dalam saluran eustachius.

Selain posisi menyusui, batuk dan pilek yang dialami anak juga dapat meningkatkan risiko terjadinya otitis media akut (OMA). Batuk dan pilek mendorong kuman atau virus masuk ke telinga tengah lewat saluran eustachius.

"Saat batuk pilek, saluran eustachius mengalami penyempitan, lalu terjadi peradangan, dan lama-lama cairan ingin keluar dan mendorong gendang telinga. Ketika gendang telinga lubang maka cairan didalamnya akan keluar," imbuh dia.

Tergolong penyakit infeksi, kondisi gangguan pendengaran akibat congekan bisa diatasi dengan pemberian obat tetes telinga. Hal ini dimaksudkan agar infeksi telinga mereda dan gendang telinga yang berlubang dapat menutup sendiri.

"Pengobatan congek harus tuntas, karena bisa menjadi kronis dan berujung pada kerusakan organ pendengaran meluas dan semakin parah. Jika terjadi pada anak yang sedang belajar bicara dapat mengganggu proses perkembangan bicara dan bahasa," tandas dia. (Suara.com/Firsta Nodia)

Terkait

Terkini