Rabu, 13 November 2019

Bayi Rewel Cenderung Lebih Gemuk saat Besar, Ini Kata Studi

Bayi rewel cenderung berisiko obesitas saat besar, ini penjelasannya.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yuliana Sere
Ilustrasi bayi menangis (pixabay)
Ilustrasi bayi menangis (pixabay)

Himedik.com - Sebuah penelitian menyebutkan bahwa bayi rewel cenderung lebih gemuk saat dewasa. Benarkah begitu?

Berdasarkan penelitian baru dari Buffalo-State University of New York, ditemukan semakin mudah orang tua dapat menenangkan bayi mereka, semakin berisiko anak-anak mereka menjadi gemuk pada usia lima tahun.

Penyebab obesitas adalah kompleks, melibatkan faktor genetik dan lingkungan, serta salah satu faktor itu adalah ibu dan ayah dengan giat memberi 'hadiah' kepada bayi mereka yang berperilaku baik dengan jus manis dari usia muda.

Dikutip dari Daily Mail, para peneliti menemukan temperamen yang baik pada bayi terkait dengan obesitas pada masa kanak-kanak.

Jadi ini bisa berarti bahwa bayi lebih cenderung memiliki temperamen yang baik karena mereka ditenangkan dengan jus buah sejak dini, atau bisa berarti bayi sering diberi jus manis karena tidak rewel.

Dalam studi baru, yang diterbitkan dalam JAMA Pediatrics, orang tua yang bayinya tidak pernah atau jarang menangis adalah mereka yang tahu cara menenangkan, yaitu dengan jus.

Ilustrasi bayi minum susu (Pixabay/StockSnap)
Ilustrasi bayi minum jus. (Pixabay/StockSnap)

Tapi ini sebenarnya bertentangan dengan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP).

Asosiasi dokter menyarankan orang tua harus menunggu sampai bayi mereka setidaknya berusia satu tahun.

Sementara jus jeruk dan buah-buahan lainnya mengandung beberapa vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi anak-anak yang lebih tua.

Penelitian sebelumnya telah membuktikan minuman ini tidak menawarkan manfaat gizi apa pun kepada bayi di bawah 12 bulan.

Jadi jus lebih seperti suntikan glukosa langsung untuk bayi yang menempatkan mereka pada risiko kenaikan berat badan berlebih.

Ilustrasi bayi makan cokelat - (Pixabay/freestocks-photos)
Ilustrasi bayi makan cokelat - (Pixabay/freestocks-photos)

Dari 382 pasangan bayi dan ibu yang termasuk dalam penelitian ini, bayi-bayi yang paling cepat tenang ketika ibu mereka berusaha menenangkan mereka kemungkinan besar akan menjadi gemuk.

Di sisi lain, wanita yang menyusui lebih lama lebih kecil kemungkinannya untuk membesarkan anak-anak yang kelebihan berat badan atau diabetes karena efek perlindungan dari ASI.

Mereka menyarankan agar dokter bekerja dengan ibu untuk menerapkan cara menenangkan anak mereka yang menangis yang tidak melibatkan suguhan manis.

Terkait

Terkini