Rabu, 13 November 2019

Bayi Ini Dilecehkan Orangtua Kandung Hingga Harus Pakai Anus Buatan

Tega banget orangtuanya!

Rauhanda Riyantama | Yuliana Sere
Ilustrasi bayi menangis - (Pixabay/joffi)
Ilustrasi bayi menangis - (Pixabay/joffi)

Himedik.com - Sepasang suami istri di Jerman didakwa melakukan pelecehan seks anak setelah diketahui bayi laki-laki mereka menderita luka-luka.

Melansir dari dailymail, tindakan ini bahkan menyebabkan ahli bedah harus membuat anus buatan untuk bayi enam minggu tersebut.

Ismail S (23) dan Nina R (26) yang berasal dari Rhineland-Palatinate, Jerman Barat dituduh menyebabkan cedera parah pada anak mereka.

Kepala jaksa Hubert Stroeber mengatakan, "Dia ingin mendapatkan kepuasan seksual."

"Ismail S juga diduga ikut serta dalam pelecehan terhadap bayi lelaki itu yang menyebabkan luka berdarah di area genital serta memar" tutur jaksa penuntut.

Pasangan itu kemudian membawa bayi mereka ke rumah sakit.

Ilustrasi bayi baru lahir. (Unsplash/Kelly Sikkema)
Ilustrasi bayi baru lahir. (Unsplash/Kelly Sikkema)

 

Tim medis mendiagnosis bayi mengalami peradangan pada peritoneum yang biasanya disebabkan oleh pecahnya organ perut.

Petugas medis yang terkejut juga menemukan bayi itu menderita cedera tengkorak, pendarahan otak, tulang rusuk patah, memar paru-paru dan jantung, dan pendarahan dari mata.

Menurut media setempat, bayi itu memerlukan operasi darurat dan anus buatan sebagai akibat dari cedera yang mengerikan.

Bocah lelaki itu, yang kini berusia tujuh bulan, saat ini tinggal bersama keluarga angkat.

Keluarga dan teman-temannya mengatakan kepada media setempat bahwa Nina R. telah menunjukkan tanda-tanda kekejaman bahkan ketika bayi mereka masih kecil.

Pramuniaga itu bertemu Ismail S pada November 2017 dan melahirkan bayi laki-laki yang sehat pada akhir Agustus tahun lalu.

Mereka telah ditahan dalam tahanan sejak November lalu dan kantor kejaksaan umum sekarang mendakwa mereka dengan tuduhan pelecehan seksual.

Persidangan mereka dijadwalkan pada bulan Mei mendatang.

Terkait

Terkini