Rabu, 13 November 2019

Dokter Ungkap Gaya Hidup Orang Tua yang Berbahaya bagi Kesehatan Anak

Orang tua wajib baca!

Vika Widiastuti | Yuliana Sere
Ilustrasi ibu dan anak. (pixabay)
Ilustrasi ibu dan anak. (pixabay)

Himedik.com - Gaya hidup orangtua sudah sepatutnya harus membawa manfaat bagi dirinya dan juga keluarga, khususnya anak.

Gaya hidup yang tak sehat otomatis akan berdampak buruk bagi kesehatan.

HiMedik melansir dari worldofbuzz, seorang dokter asal Malaysia membagikan beberapa pilihan gaya hidup orang tua yang justru membahayakan kesehatan anak.

1. Tidak memvaksinasi anak-anak mereka

Ini menjadi pilihan gaya hidup yang paling mengerikan yang dilakukan orang tua di dunia. Dr Khiddir, seorang praktisi medis yang berbasis di Kuala Selangor berbagi pemikirannya tentang masalah ini.

"Informasi yang salah tentang vaksin adalah tindakan tidak bertanggung jawab oleh anti-vaksin."

Ini bisa mengancam kesehatan anak karena tidak hanya akan memengaruhi anak yang anti-vaksin, tetapi juga anak lain yang bergaul dengan mereka.

"Jika tren penolakan vaksin ini berlanjut, ada kemungkinan penyakit menular yang dapat dicegah dengan vaksin akan terus meningkat dan semua upaya oleh Kementerian Kesehatan akan sia-sia."

Jadi, tolong selalu mencari nasihat dari profesional medis yang berkualitas dan terlatih dan berhenti membabi buta percaya apa pun yang ada di internet.

2. Membawa anak ke luar larut malam

Ilustrasi klub malam. (Pixabay/PublicDomainPictures)
Ilustrasi klub malam. (Pixabay/PublicDomainPictures)

 

Tempat yang ramai dan berisik bukanlah tempat dimana balita harus melewati waktu tidurnya!

Lebih buruk lagi, bahkan ada orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk keluar malam. Dr Khiddir berbagi mengapa perilaku ini berbahaya.

"Itu menghadapkan anak-anak pada perokok pasif dan dampaknya yang berbahaya. Tempat yang ramai membuat anak-anak terserang penyakit menular, yang tidak bisa ditangani oleh sistem kekebalan tubuh muda mereka," jelasnya.

"Ini bisa berdampak buruk saat mereka tumbuh dewasa karena mereka akan berpikir bahwa keluar larut malam adalah sesuatu yang normal. Ini juga akan mengganggu jadwal tidur mereka dan memengaruhi kesehatan serta kemampuan mereka untuk membuat pilihan yang baik," ujarnya.

3. Membiarkan anak kecanduan smartphone dan tablet

Ilustrasi anak dan gadget - (Pixabay/LuidmilaKot)
Ilustrasi anak dan gadget - (Pixabay/LuidmilaKot)

 

Ini bahaya kesehatan. Sebuah studi tahun 2008 menemukan anak yang menggunakan ponsel mengalami lebih banyak gangguan tidur, gelisah dan kelelahan.

Itu memengaruhi kinerja akademik mereka. Waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan rumah berkurang, hasil ujian jelek karena persiapan yang buruk atau kelelahan dari menggunakan smartphone.

"Orang tua yang malas seperti ini di mana mereka menggunakan smartphone sebagai pengganti kehadiran mereka akan menanamkan perilaku pesimistis dan anti-sosial pada anak serta kreativitas yang terbelakang."

4. Tidak memprioritaskan diet sehat untuk anak-anak mereka

Ilustrasi bayi makan cokelat - (Pixabay/freestocks-photos)
Ilustrasi bayi makan cokelat - (Pixabay/freestocks-photos)

 

Salah satu praktik yang perlu diubah menurut Dr Khiddir adalah budaya memberi hadiah kepada anak-anak kecil dengan permen dan makanan ringan.

Pasalnya ini bisa meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 1.

Memberi anak makanan sehat akan memastikan mereka mendapatkan semua vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Salah satu kondisi medis adalah sembelit. Tahukah kamu bahwa konstipasi jangka panjang memiliki kaitan dengan kanker, terutama pada anak-anak?

"Banyak yang tidak tahu bahwa konstipasi jangka panjang dapat menyebabkan menurunnya prestasi akademik pada anak dan lebih buruk lagi, potensi hubungan dengan kanker usus besar," tuturnya.

Ingatlah selalu, pilihan yang kita buat hari ini akan menentukan arah masa depan mereka!

Terkait

Terkini