Selasa, 19 November 2019

Pengeroyokan Siswi SMP di Pontianak, Ini Dampak Memasukkan Jari ke Miss V!

Heboh pengeroyokan siswi SMP di Pontianak oleh 12 siswi SMA sampai lakukan kekerasan seksual, ini dampaknya memasukkan jari ke organ intim.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Ilustrasi kekerasan seksual wanita. (Shutterstock))
Ilustrasi kekerasan seksual wanita. (Shutterstock))

Himedik.com - AUD (14), siswi SMP di Pontianak, Kalaimantan Barat harus terbaring di rumah sakit setelah dikeroyok 12 siswi SMA. Korban mengalami luka psikologis dan fisik yang serius akibat aksi pengeroyokan. Parahnya, AUD sebagai korban juga mendapat kekerasan seksual di bagian organ intimnya.

Mulanya, korban AUD dijemput oleh salah satu dari 12 pelaku, yakni DA di rumah kakeknya pada (29/3/2019) pukul 14.00 WIB. Pelaku beralasan ingin meminta tolong korban mempertemukan dengan kakak sepupunya PO karena ada sesuatu yang harus dibicarakan.

Korban AUD pun mengikuti keinginan pelaku dan bertemu dengan kakak sepupunya. Lalu mereka berdua, AUD dan PO dibawa pelaku ke tempat sepi di belakang Aneka Paviliun Jl. Sulawesi.

Setibanya di TKP, terjadi cekcok antara PO dan DA. Sedangkan, tiga teman DA yang lain berusaha menyerang AUD dengan mulai mem-bully, menjambak rambut, membenturkan kepala ke aspal dan menginjak perut AUD.

“Ketika dia bangun, mukanya ditendang dengan sepatu sendal gunung sehingga terjadi pendarahan dalam hidung korban serta terdapat benjolan dan luka dalam di kepala,” ujar LM, ibu korban AUD dikutip Kalbarupdate.com--konten partner SUARA.com--, Selasa (9/4/2019).

Tak hanya itu, pelaku lainnya yang berinisial TR juga berusaha merusak kemaluan AUD dengan cara mencolok organ intim korban menggunakan jari. Pelaku TR melakukan kekerasan seksual menggunakan jari tersebut bermaksud membuat korban tidak lagi perawan sehingga menyebabkan pembengkakan di area intim.

“Itu yang saya tak terima, sampai mau merusak kemaluan anak saya,” ucapnya sedih.

Ilustrasi wanita depresi - (Pixabay/JerzyGorecki)
Ilustrasi wanita depresi - (Pixabay/JerzyGorecki)

Perlu diketahui kekerasan seksual menggunakan jari ini tidak hanya memberikan rasa sakit luar biasa, tetapi banyak dampak buruk lainnya yang bisa saja terjadi di kemudian hari. Adapun sejumlah penyakit kronis yang bisa saja diderita korban akibat aksi kekerasan seksual menggunakan jari.

1. HIV

Melansir dari Go Ask Alice, memasukkan apapun ke dalam vagina bisa berisiko menularkan HIV, termasuk memasukkan jari tangan.

Meski begitu kita bisa mengurangi risiko terkena HIV dengan menggunakan kondom atau sarung tangan lateks untuk mencegah kuman berpindah ke organ intim.

2. ISK

Sebagian besar wanita memiliki satu momen akan menderita infeksi saluran kemih (ISK). Melansir dari teevongue.com, 1 dari 5 wanita yang mengalami ISK pun mengaku mengalami infeksi berulang dan lainnya menderita ISK selama setahun.

Penyakit ISK ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya terjadi sentuhan antara jari dengan organ intim. Jari tangan yang tidak higenis dan dijaga kebersihannya bisa saja menyebarkan kuman atau bakteri berpindah ke Miss V lalu mengakibatkan infeksi.

Dr. Vanessa Cullins, wakil presiden Planned Parenthood mengatakan, apapun yang membuat bakteri bersentuhan langsung dengan vulva sudah dipastikan akan menyebabkan ISK.

3. Iritasi

Memasukan jari ke organ intim juga bisa menyebabkan iritasi pada area genital yang sensitif. Biasanya akan menimbulkan rasa gatal dan kemerahan.

Melansir dari kidshealth.com, infeksi tersebut biasanya berlangsung beberapa minggu dan bisa saja lebih buruk jika tidak mendapat penanganan oleh tim medis.

Terkait

Terkini