Rabu, 13 November 2019

Moms Harus Tahu! Cara Persalinan Ternyata Berpengaruh pada Pernapasan Bayi

Studi ini meneliti 120 bayi, 46 bayi yang dilahirkan secara caesar dan 74 bayi yang dilahirkan normal.

Vika Widiastuti
<p>Ilustrasi seorang ibu baru saja melahirkan. <a href=(Pixabay/Sanjasy)

">

Ilustrasi seorang ibu baru saja melahirkan. (Pixabay/Sanjasy)

Himedik.com - Cara persalinan ibu ternyata berpengaruh terhadap bayi. Hal tersebut terungkap dalam sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan ECCMID 2019. 

Dalam penelitian tersebut diungkapkan bahwa cara persalinan dapat berpengaruh pada perkembangan komposisi mikroba usus (mikrobiota usus) pada bayi.

Pada gilirannya, persalinan yang dipilih, ternyata dapat mempengaruhi kesehatan pernapasan bayi selama tahun pertama kehidupannya.

Dilansir Suara.com dari Thehealthsite, untuk sampai pada kesimpulan ini,  Microbiome Utrecht Infant Study meneliti 120 bayi, 46 bayi yang dilahirkan secara  caesar dan 74 bayi yang dilahirkan normal. 

Para peneliti menggunakan sampel tinja yang dikumpulkan sebanyak 10 kali selama tahun pertama kehidupan mereka. Pemberian antibiotik pada ibu yang menjalani bedah caesar juga ditunda sampai setelah penjepitan tali pusat dilakukan. Sampel tinja ibu juga diperiksa dua minggu setelah melahirkan.

Analisis menunjukkan bahwa komposisi mikrobiota usus pada bayi berbeda secara signifikan antara mereka yang dilahirkan lewat operasi caesar dan persalinan normal pada tahun pertama kehidupan mereka, yang paling jelas terlihat saat mereka baru saja dilahirkan.

Hal ini disertai dengan penglihatan pada feses (transfer mikroba dari vagina ibu) dari ibu ke  bayi yang dilahirkan secara normal, tetapi tidak pada anak-anak yang dilahirkan caesar.

Ilustrasi melahirkan bayi (Pixabay/SeppH)
Ilustrasi melahirkan bayi (Pixabay/SeppH)

 

Pada bayi yang lahir dengan caesar, mikrobiota usus kurang stabil dan perkembangan dari spesies bakteri Bifidobacterium tertunda, jika dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan melalui vagina. 

Selain itu, bayi yang lahir dengan operasi caesar memiliki tingkat bakteri patogen usus yang jauh lebih tinggi, terlepas dari berapa lama mereka tinggal di rumah sakit setelah kelahiran, jenis makanan, dan penggunaan antibiotik ibu mereka. 

Menariknya, para peneliti juga menemukan bahwa mikrobiota usus di awal kehidupan dikaitkan dengan jumlah total infeksi pernapasan selama tahun pertama.

Lebih dari 1000 jenis bakteri hidup di usus, di mana masing-masing dari mereka berperan penting untuk kesehatan, misalnya membantu mencerna makanan, merangsang pengembangan sistem kekebalan tubuh, dan melindungi dari infeksi. 

Ilustrasi ibu dan anak - (Pixabay/fancycrave1)
Ilustrasi ibu dan anak - (Pixabay/fancycrave1)

 

Setelah lahir, bayi akan 'dijajah' oleh keanekaragaman mikroba usus sampai keadaan yang relatif stabil tercapai. Langkah dan pola bayi memperoleh mikrobioma usus dianggap memiliki dampak besar pada kesehatan di kemudian hari. 

Gangguan perkembangan normal mikrobioma usus, selama ini telah dikaitkan dengan berbagai penyakit termasuk penyakit usus, asma, alergi dan kanker.

"Temuan kami menunjukkan bahwa cara persalinan memengaruhi mikrobiota usus bayi yang sedang berkembang, terlepas dari penggunaan antibiotik oleh seorang ibu selama kelahiran. Dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan melalui normal, anak-anak yang dilahirkan oleh operasi caesar memiliki lintasan yang berbeda dari kolonisasi bakteri, yang dapat memiliki implikasi dan risiko lebih besar bagi kesehatan pernafasan mereka di masa depan," kata Marta Reyman, yang merupakan mahasiswa PhD dalam studi ini. 

(Suara.com/Dinda Rachmawati)

Terkait

Terkini