Senin, 16 September 2019

Ketergantungan Gawai, Anak Bisa Alami Keterlambatan Bicara

Sudah saatnya para orang tua membatasi durasi penggunaan gawai pada anak-anak.

Vika Widiastuti
Ilustrasi anak bermain gadget - (Pixabay/StockSnap)
Ilustrasi anak bermain gadget - (Pixabay/StockSnap)

Himedik.com - Tak jarang orang tua yang memberikan gadget kepada anak saat anak rewel. Dengan memberikan gawai, maka  perhatian anak dapat teralihkan dan tak lagi rewel.

Namun di sisi lain, orang tua harus waspada. Sebab, kebiasaan ini dapat memberi dampak negatif bagi sang anak di pertumbuhan usianya. Salah satunya mengakibatkan anak kurang berkonsentrasi dalam pelajaran sehingga membuat prestasi anak di sekolah cenderung memurun.

Untuk itu disampaikan Hanna Monareh, M,Psi, psikolog dari RS Siloam Manado, sudah saatnya para orang tua membatasi durasi penggunaan gawai selama dua jam sehari untuk anak anak atau maksimal tiga jam bagi mereka yang menginjak usia remaja.

"Belakangan ini orang tua kurang memberikan pengertian tentang waktu penggunaan gadget pada anak, orang tua senang dengan kondisi anak yang diam tanpa gerak aktivitas yang berlebihan. Yang harus dilakukan untuk mencegah dari ancaman teknologi yang dalam hal ini yaitu gadget adalah Pelajari, Pahami, Batasi, Awasi," ujar Hanna dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com.

Hanna menambahkan, sebenarnya dampak gawai pada anak bisa menuju ke arah positif, tetapi bisa juga berdampak ke arah yang negatif karena anak jaman now adalah seorang yang multitasking atau cepat beradaptasi dengan lingkungan.

Kebanyakan main gadget bisa bikin anak alami kerusakan saraf? (Shutterstock)
Ketergantungan gawai sejak kecil bisa bikin anak gangguan bicara (Shutterstock)

 

"Dampak negatif yang banyak dialami oleh anak adalah speech delay (lambat bicara) dan akan diperparah dengan kondisi autisme," ujar dia.

Sayangnya kini banyak balita yang diberi tontonan Youtube melalui gawai sebelum usia dua tahun sehingga dapat memengaruhi kondisinya di masa mendatang. Mengutip sebuah penelitian, Hanna menambahkan sebelum usia dua tahun anak dilarang terkontaminasi dengan gawai agar tidak ketergantungan.

"Pola asuh orang tua sangat berpengaruh dalam hal ini, artinya jangan ikuti kemauan anak. Tidak usah khawatir anak akan menangis karena pada saatnya dia lapar maka dia akan meminta makan dengan sendirinya," tambah dia.

Sementara itu Magdalena Molenar dari RS Siloam Manado juga mengimbau para orang tua agar materi yang akan disampaikan dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat sehingga tumbuh kembang anak sesuai dengan yang diharapkan tanpa adanya keluhan di kemudian hari.

(Suara.com/Firsta Nodia)

Terkait

Terkini