Jum'at, 06 Desember 2019

Anak Bungsu Anji Alami Gangguan Spektrum Autisme, Kenali Gejala Awalnya!

Gejala Autism Spectrum Disorder bisa dilihat sejak dini.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Anji. (Suara.com/Revi Cofans)
Anji. (Suara.com/Revi Cofans)

Himedik.com - Sigra Umar Narada, anak bungsu penyanyi Anji alami Autism Spectrum Disorder (ASD) di usianya yang baru 5 tahun. Gangguan spektrum autisme ini biasanya terjadi pada anak usia dini dengan berberapa gejala tertentu.

Anji menceritakan kesedihannya ketika pertama kali mengetahui anaknya mengalami ASD di instagramnya. Ia menceritakan sikapnya bersama sang istri, Wina Natalia menerima kondisi anak bungsu yang sedikit berbeda.

ASD alias gangguan spektrum autisme adalah suatu kondisi yang mengganggu perkembangan otak dan berdampak pada cara seseorang bersosialisasi serta komunikasi. Ada beberapa hal yang membuat seorang anak mengalami gangguan spektrum autisme.

Meski bukan bagian dari kriteria diagnostik resmi autisme, dilansir dari helpguide.org, anak-anak dengan gangguan spektrum autisme sering mengalami beberapa masalah yang merupakan gejala awal berikut ini:

Anji dan anak bungsunya yang mengalami gangguan spektrum autisme (Instagram/@duniamanji)
Anji dan anak bungsunya yang mengalami gangguan spektrum autisme (Instagram/@duniamanji)

1. Masalah sensorik

Banyak anak yang mengalami gangguan spektrum autisme atau ASD sering bereaksi berlebihan terhadap ransangan sensorik. Contohnya, sering mengabaikan pembicaraan orang lain hingga terkesan tulis.

Suara-suara yang terlalu keras dan mengejutkan seperti dering telepon sangat mengganggu mereka. Biasanya mereka akan langsung menutup telinganya dan membuat suara untuk menenggelamkan suara keras tersebut.

Tetapi, di lain waktu bisa juga mereka justru terganggu dengan suara paling lirih.

Selain itu, Anak-anak dengan ASD cenderung sangat sensitif terhadap sentuhan dan tekstur. Mereka seperti merasa ketakutan ketika merasakan sesuatu di kulitnya, meskipun hanya sentuhan lembut.

Anji ceritakan anaknya mengalami gangguan spektrum autisme (Instagram/@sigraumarnarada)
Anji ceritakan anaknya mengalami gangguan spektrum autisme (Instagram/@sigraumarnarada)

2. Kurang kontrol emosional

Anak-anak dengan ASD juga mengalami kesulitan untuk mengontrol emosional mereka dan caranya mengekspresikan. Contohnya dengan cara berteriak, menangis atau tertawa histeris tanpa alasan jelas.

Dalam kondisi stres, biasanya mereka menunjukkan perilaku yang agresif seperti menghancurkan sesuatu, memukul orang lain atau melukai dirinya sendiri.

Pusat Diseminasi Nasional untuk Anak-anak Penyandang Cacat juga mencatat bahwa anak-anak dengan ASD mungkin tidak akan terpengaruh dengan benda bergerak atau ketinggian. Tetapi, mereka biasanya takut dengan benda-benda yang justru tidak berbahaya seperti boneka binatang.

Anji menceritakan perasaannya pertama kali tahu anaknya menderita gangguan spektrum autisme (Instagram/@duniamanji)
Anji menceritakan perasaannya pertama kali tahu anaknya menderita gangguan spektrum autisme (Instagram/@duniamanji)

3. Kemampuan kognitif yang tidak merata

Gangguan spektrum autisme ini terjadi pada semua tingkat kecerdasan. Anak-anak dengan kecerdasan normal sampai tinggi sering memiliki keterampilan kognitif yang berkembang secara tidak merata.

Tak heran, jika keterampilan verbal mereka cenderung lebih lemah daripada keterampilan nonverbal.

Selain itu, anak-anak dengan ASD biasanya melakukan tugasnya dengan baik jika melibatkan kemampuan visual. Sebaliknya, mereka akan kesusahan mengerjakan tugas yang bersifat pemikiran simbolis atau abstrak.

Terkait

Terkini