Minggu, 17 November 2019

Bayi yang Lahir dengan Berat Badan Rendah Berisiko Alami Kondisi Ini

Angka ini sedikit mengalami peningkatan dibandingkan pada 2000 silam.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Ilustrasi popok bayi - (Unsplash/rawpixel)
Ilustrasi popok bayi - (Unsplash/rawpixel)

Himedik.com - Sebuah penelitian terbaru menunjukkan lebih dari 20 juta bayi di seluruh dunia, atau 1 dari 7 bayi, dilahirkan dengan berat badan rendah pada 2015.

Angka ini sedikit mengalami peningkatan dibandingkan pada 2000 silam.

Peningkatan ini dikatakan tidak cukup memenuhi tujuan dan mencegah kosekuensi kesehatan global, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di The Lancet Global Health.

Para peneliti dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia menganalisis data dari database dan survei pemerintah di 148 negara antara 2000 dan 2015.

Secara global, 20,5 juta atau 14,6% bayi yang lahir pada 2015 memiliki berat badan lahir rendah, yang disebutkan kurang dari 2.500 gram atau sekitar 5,5 pon.

Angka ini sangat bervariasi berdasarkan wilayah dan negara, 91% bayi dengan berat badan rendah lahir di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Serta tiga perempat dari semua kelahiran berat badan rendah terjadi di Afrika sub-Sahara dan Asia Selatan.

Ilustrasi bayi. (Shutterstock)

 

Negara-negara berpenghasilan tinggi secara keseluruhan menunjukkan beberapa kemajuan paling lambat, dengan gabungan tingkat berat badan lahir rendah 7% yang bertahan antara 2000 dan 2015, menurut penelitian yang dilansir dari CNN.

"Berat badan adalah satu-satunya faktor terpenting dari dirimu saat kau dilahirkan yang bisa memprediksi kesehatan masa depanmu," kata Profesor Joy Lawn, direktur London School of Hygiene & Tropical Medicine's Maternal, Adolescent, Reproductive & Child Health Center dan penulis senior baru.

Berat badan rendah saat lahir bisa disebabkan bayi lahir prematur atau dilahirkan secara normal tetapi kecil untuk usia kehamilannya karena pertumbuhan di dalam rahim yang terbatas, kata rekan penulis studi Dr. Mercedes de Onis dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki risiko pertumbuhan terhambat, keterlambatan perkembangan, dan mengidap penyakit seperti diabetes hingga masalah kardiovaskular.

Di Amerika Serikat, kelahiran prematur adalah faktor utama berat lahir rendah, mungkin karena tingginya tingkat operasi caesar, melakukan program kesuburan, tingkat obesitas ibu yang tinggi dan usia ibu.

Berbeda dengan daerah-daerah seperti Asia selatan, di mana sebagian besar bayi dengan berat lahir rendah dilahirkan secara normal tetapi pertumbuhan rahim mereka terbatas karena gizi ibu yang buruk, kata para peneliti.

Terkait

Terkini