Senin, 16 September 2019

Video Bayi 5 Bulan Diceburkan ke Kolam Renang, Benarkah Bisa Berenang?

Apakah benar bayi secara natural bisa berenang?

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Video viral bayi diceburkan ke kolam renang. (Twitter/Pregnancy_Video.Net)
Video viral bayi diceburkan ke kolam renang. (Twitter/Pregnancy_Video.Net)

Himedik.com - Akhir 2018 lalu sempat viral video yang menunjukkan seorang wanita menceburkan bayi ke dalam kolam renang. Hal ini tentu membuat kaget. 

Tujuan dari video yang direkam oleh Utah Swim Academy tersebut, untuk mendorong orang tua agar membiarkan anak-anak mereka 'jatuh ke air' agar mereka dapat mengembangkan naluri bertahan hidup dalam 'situasi yang tak terkendali'.

Namun sayangnya video ini membuat penonton kurang nyaman dan mengatakan kekhawatirannya terhadap bayi tersebut, melansir dari Heart.com.

Video yang dibagikan ulang oleh akun PregnancyVideo.Net di Twitter ini menyebutkan, "(bayi) 5 bulan dan menyelamatkan dirinya sendiri."

"Tidak pernah mudah melihat bayi jatuh di kolam, tetapi sangat berharga untuk memiliki pikiran yang tenang ketika Anda tahu sang bayi akan tahu apa yang harus dilakukan jika mereka jatuh ke dalam air dalam situasi yang tidak terkendali."

 
Meskipun bayi diawasi dengan ketat oleh orang dewasa, tidak semua orang setuju dengan gagasan ini. Namun ada beberapa pengguna Twitter yang setuju dengan latihan ini.

Dari video ini hal yang menjadi pertanyaan terbesar adalah, apakah benar bayi secara natural bisa berenang seperti video di atas?

Melansir babycenter.com, sebenarnya kurang tepat jika menyebut bayi sudah bisa berenang secara alami. Tapi mereka mempunyai refleks yang membuatnya terlihat seperti bisa berenang.

Refleks ini disebut respons bradikardik yang membuat bayi menahan napas dan membuka mata ketika tenggelam di dalam air, kata Jeffrey Wagener, seorang ahli paru anak di Colorado.

"Refleks-refleks ini tidak berarti bayi bisa berenang," kata Wagener.

Mereka juga bisa menggerakkan kaki dan tangan yang terlihat seperti mereka adalah perenang alami.

Refleks ini juga akan terlihat ketika orangtua meniup wajah bayi. Dan respons ini akan hilang setelah bayi berusia 6 bulan.

Banyak program berenang bayi mengandalkan refleks ini untuk membantu bayi "berenang." Namun, American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan program renang untuk anak di bawah 1 tahun.

Setelah usia 1 tahun, AAP menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak untuk mengetahui apakah bayi Anda siap untuk berpartisipasi dalam program berenang.

Jika iya, tanyakan kepada dokter untuk rekomendasi jenis program terbaik untuk tingkat perkembangan anak Anda.

Tapi hal ini bukan berarti tidak boleh memasukkan bayi ke dalam kolam. Hal terpenting adalah tetap mengawasi dan menopang mereka saat di dalam air. 

Terkait

Terkini