Jum'at, 13 Desember 2019

Pria Setop Merokok Saat Istri Hamil, Kebiasaan Ini Buat Anak Berisiko Asma!

Penelitia mengungkapkan bahwa anak yang sudah terpapar asap rokok dari ayahnya sejak dalam kandungan lebih berisiko asma.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Merokok/pexels
Merokok/pexels

Himedik.com - Studi baru menemukan ayah yang merokok selama istrinya hamil membuat anaknya lebih berisiko menderita asma di usia 6 tahun.

Sejauh ini paparan asap rokok memang sudah lama dikaitkan dengan risiko anak menderita asma. Tetapi, sering kali wanita yang hamil menjadi tempat yang selalu disalahkan, terlebih jika wanita tersebut perokok.

Faktanya, ayah yang merokok selama kehamilan istrinya juga memberikan pengaruh besar pada kesehatan calon anaknya di dalam kandungan.

Penelitian tentang ini telah melibatkan sebanyak 756 bayi selama 6 tahun. Hampir setengah bayi yang ikut penelitian ini terpapar asap rokok dari ayahnya sejak dalam kandungan.

Hasilnya, sebanyak 31 persen anak-anak dengan ayah perokok dan terpapar asap rokok sejak dalam kandungan menderita asma di usia 6 tahun. Sedangkan 23 persen anak tidak memiliki ayah perokok, tetapi menderita asma.

Cold turkey bukan metode terbaik berhenti merokok. (Shutterstock)
Cold turkey bukan metode terbaik berhenti merokok. (Shutterstock)

 

Dr Kuender dari Pusat Medis Pertahanan Nasional di Taipei mengatakan, penyakit asma memang lebih umum terjadi pada anak-anak yang memiliki ayah perokok berat.

"Anak-anak yang terpapar asap rokok ayahnya sejak dalam kandungan dengan kebiasaan ayahnya yang merokok lebih dari 20 batang per hari lebih berisiko tinggi menderita asma dibandingkan anak-anak yang tidak pernah terpapar asap rokok," jelasnya dikutip dari Asia One.

Karena itu hasilnya menunjukkan bahwa 35 persen anak-anak asma karena ayahnya perokok berat, 25 persen lainnya menderita asma karena ayahnya perokok ringan dan 23 persen sisannya anak-anak penderita asma tapi ayahnya bukan perokok.

Kebiasaan ayah merokok selama istri hamil juga berkaitan dengan perubahan metilasi-kode kimia di DNA yang memengaruhi aktivitas gen. Terutama aktivitas gen yang berkaitan dengan fungsi sistem kekebalan tubuh dan perkembangan asma.

Para peneliti pun telah menganalisa DNA bayi dari darah tali pusat setelah lahir dan memeriksa metilasi sepanjang untai DNA. Hasilnya, semakin sering ayah merokok saat istri hamil maka metilasi semakin meningkat pada 3 gen spesifik yang berperan besar untuk sistem kekebalan tubuh.

Padahal anak-anak yang mengalami peningkatan metilasi terbesar saat lahir berisiko dua kali lipat menderita asma di usia 6 tahun.

Sehingga, intinya merokok saat istri hamil atau anak sudah lahir sama-sama memberikan dampak buruk bagi kesehatan anak. Karena itu, orang tua perokok harus bisa menahan keinginannya demi kesehatan anak.

"Intinya merokok sebelum bayi lahir atau sudah lahir sama-sama berdampak buruk. Banyak orang menunda berhenti merokok hingga bayi lahir adalah pilihan yang salah. Karena merokok selama istri hamil juga tidak baik, terlebih pembentukan sistem kekebalan tubuh anak terjadi sejak dalam kandungan," paparnya.

Terkait

Terkini