Kamis, 14 November 2019

Anak Remaja Alami Kebutaan Setelah Pakai Softlens, Ternyata Ini Penyebabnya

Seorang remaja mengalami kebutaan setelah memakai softlens abal-abal yang dibeli secara online.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
penggunaan softlens (Shutterstock)
penggunaan softlens (Shutterstock)

Himedik.com - Banyak perempuan senang bergaya menggunakan softlens berwarna-warni meski tidak memiliki masalah penglihatan atau mata. Hal tersebut demi menunjang penampilannya atau mengikuti trend fashion.

Tak sedikit pula yang membelinya secara online atau di toko kecantikan demi mendapatkan harga murah meriah untuk bergaya.

Padahal pemakaian softlens yang sembarang tanpa petunjuk dokter mata bisa membahayakan kesehatan mata, baik dari cara pemakaian maupun pemilih jenis softlens-nya.

Seperti nasib anak remaja baru-baru ini yang mengalami kebutaan akibat pemakaian softlens sembarangan.

Kisah remaja buta akibat memakai softlens sembarang dibagikan oleh akun Twitter Ilonna Putri Pertiwi yang direspon oleh seorang dokter mata, Ferdiriva Hamzah.

"Ketemu pasien anak remaja pakai softlens warna warni beli di online shop, jarang dibuka, higenitas kurang, sekarang virusnya 1/ cc dr @ferdiriva," cuit Ilona.

 

Dokter Ferdiriva Hamzah lantas merespon bahwa kondisi mata anak remaja tersebut mengalami kebutaan akibat pemakaian softlens abal-abal tanpa petunjuk ahli.

Ia pun menjabarkan beberapa alasan seseorang tetap harus berkonsultasi dengan dokter mata ketika ingin memakai softlens. Dokter Ferdiriva mengatakan pemakaian softlens abal-abal risikonya sama besarnya seperti memakai behel sembarang.

Sebab, tidak semua softlens cocok untuk semua mata. Beberapa orang mungkin akan sensitif dan lainnya tidak mengalami masalah apapun.

"Kenapa kalo mau pake softlens harus ke dokter mata?

1.Gak semua mata cocok pake softlens. Contoh: tipe mata kering dipakein softlens baru hitungan menit udah panas matanya.
2. Mata dengan ukuran silindris tertentu.
3. Perbedaan ukuran kacamata dan soflens," jelas dokter Ferdiriva.

 

Bahkan dia menjelaskan ukuran softlens yang salah atau tidak sesuai mata pun bisa membahayakan penglihatan.

Melansir dari healthline.com, pemakaian softlens terlalu lama selalu menjadi penyebab utama seseorang mengeluhkan masalah mata.

John Bartlett, dokter mata di Ronald Reagan Medical Center UCLA pun menyarakan bahwa softlens harus dibuang jika sudah kedaluwarsa.

Jangankan menunggu kadaluwarsa, ia justru menyarankan jangan memakai softlens yang sudah terasa tidak nyaman. Sebab hal tersebut bisa membuat sejumlah masalah mata.

Terkait

Terkini