Selasa, 17 September 2019

Ketahui Manfaat Kunyit untuk Anak Penderita Kanker Tulang

Bahan aktif curcumin telah terbukti memiliki kemampuan anti-oksidan, anti-inflamasi dan pembentukan tulang.

Vika Widiastuti
Kunyit. (Pixabay/sergioyahni)
Kunyit. (Pixabay/sergioyahni)

Himedik.com - Kanker tulang merupakan penyakit mematikan yang tak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Meski masih kecil, mereka dirawat dengan pengobatan kemoterapi dosis tinggi, baik sebelum maupun sesudah operasi.

Sayangnya, dosis kemoterapi ini memiliki efek samping yang cukup berbahaya bagi pasien seusia mereka. Untuk menemukan pilihan pengobatan yang lebih nyaman, terutama setelah operasi, para peneliti mengembangkan sistem pengobatan baru dengan bantuan curcumin, bahan utama yang ditemukan dalam kunyit.

Dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Applied Materials and Interfaces, peneliti melihat curcumin berhasil mencegah sel-sel kanker tulang menyebar dan meningkatkan pertumbuhan sel-sel tulang yang sehat.

Ini sangat baik bagi perawatan pasca-operasi di mana pasien berusaha untuk pulih dari kerusakan tulang dan membantu mereka yang memiliki osteosarkoma, penyebab kematian kedua yang paling umum pada anak-anak.

Bahan aktif curcumin telah terbukti memiliki kemampuan anti-oksidan, anti-inflamasi dan pembentukan tulang. Juga terbukti mencegah berbagai bentuk kanker.

“Saya ingin orang tahu efek menguntungkan dari senyawa alami ini. Biolekul alami yang berasal dari produk nabati ini tidak mahal dan merupakan alternatif yang lebih aman daripada obat-obatan sintetis," kata Bose dilansir dari TheHealthSide.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

 

Namun, ketika diminum sebagai obat, senyawa ini tidak dapat diserap dengan baik di dalam tubuh, karena proses metabolisme yang terlalu cepat.

Dalam studi mereka, para peneliti menggunakan pencetakan 3D untuk membangun perancah pendukung dari kalsium fosfat. Sementara sebagian besar implan saat ini terbuat dari logam, seperti perancah keramik, yang lebih seperti tulang asli, yang suatu hari nanti dapat digunakan sebagai bahan graft setelah operasi kanker tulang.

Para peneliti memasukkan curcumin, yang dikemas dalam vesikel molekul lemak ke dalam perancah, memungkinkan bahan kimia dilepaskan secara bertahap.

Melalui percobaan ini, para peneliti menemukan bahwa sistem menghambat pertumbuhan sel osteosarkoma sebesar 96 persen setelah 11 hari dibandingkan dengan sampel yang tidak diobati. Sistem ini juga mendorong pertumbuhan sel tulang yang sehat.

"Studi ini memperkenalkan era baru integrasi di mana teknologi cetak 3d modern digabungkan dengan penggunaan obat alternatif yang aman dan efektif, yang dapat menyediakan alat yang lebih baik untuk rekayasa jaringan tulang," tutup Bose.

Manfaat curcumin pada kunyit bagi anak penderita kanker tulang cukup efektif menurut studi di atas.  (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Terkait

Terkini