Jum'at, 06 Desember 2019

Pengobatan Pneumonia pada Anak, Penyebab Kematian Balita di Seluruh Dunia

Penyakit pernapasan ini memang tersebar, tetapi lebih umum menyerang anak-anak dan keluarga di Asia Selatan dan Afrika sub-Sahara.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
ilustrasi anak demam (shutterstock)
ilustrasi anak demam (shutterstock)

Himedik.com - Infeksi pernapasan akut yang menyerang paru-paru, pneumonia, disebut menjadi penyebab kematian tunggal terbesar pada anak-anak di bawah lima tahun atau balita di seluruh dunia.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya pneumonia membunuh sekitar 1,4 juta balita, yang mana merupakan 18% dari semua total kematian balita di seluruh dunia.

Penyakit pernapasan ini memang tersebar, tetapi lebih umum menyerang anak-anak dan keluarga di Asia Selatan dan Afrika sub-Sahara.

Gejala pneumonia pada anak-anak tergantung pada usia mereka dan apa penyebab dari infeksi pernapasan ini sendiri. Tetapi ada gejala umum yang muncul, seperti:

- Bernapas lebih cepat
- Bernapas dengan suara mendengus atau mengi
- Bekerja keras untuk bernapas. Ini bisa termasuk pembakaran lubang hidung, pernapasan perut, atau pergerakan otot-otot di antara tulang rusuk
- Demam, batuk, hidung tersumbat, muntah, sakit dada, sakit perut karena kesulitan bernapas
- Kehilangan nafsu makan
- Dalam kasus ekstrem, warna kebiruan atau abu-abu pada bibir dan kuku

Ilustrasi anak batuk, pilek dan demam. (Shutterstock)
Ilustrasi anak batuk, pilek dan demam. (Shutterstock)

Melansir Kids Health, dalam kebanyakan kasus, pneumonia disebabkan oleh virus yang tidak memerlukan antibiotik.

Tetapi untuk pneumonia yang disebabkan oleh bakteri diobati dengan antibiotik yang diminum di rumah. Jenis antibiotik yang digunakan tergantung pada jenis bakteri yang diduga menyebabkan pneumonia.

Anak-anak mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit jika pneumonia menyebabkan demam tinggi yang berkelanjutan, masalah pernapasan, atau jika mereka mengalami beberapa di bawah ini:

- Memerlukan terapi oksigen
- Memiliki infeksi paru-paru yang mungkin telah menyebar ke aliran darah
- Memiliki penyakit kronis yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh
- Muntah sangat banyak sehingga mereka tidak bisa minum obat melalui mulut
- Batuk rejan

Perawatan rumah sakit dapat termasuk antibiotik intravena (IV) (diberikan melalui jarum ke vena) dan terapi pernapasan (perawatan pernapasan).

Kasus yang lebih parah mungkin dirawat di unit perawatan intensif (ICU).

Terkait

Terkini