Jum'at, 13 Desember 2019

Alami Kondisi Langka, Bayi Ini Punya Tanda Lahir di Wajahnya

Curhatan ibu ini pilu.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Bayi dengan tanda lahir (GoFundMe/Clarissa)
Bayi dengan tanda lahir (GoFundMe/Clarissa)

Himedik.com - Luna, seorang bayi berusia 4 bulan yang lahir pada Maret 2019 lalu mendapat banyak komentar negatif hanya karena dirinya mempunyai tanda lahir besar di wajahnya.

Carol Fenner (35) melahirkan buah hatinya, Luna, pada Maret 2019 lalu di Florida, AS. Bayi kecil itu dilahirkan dengan tanda lahir khas  yang dikenal sebagai giant congenital melanocytic nevus (GCMN).

Fenner mengunggah foto putrinya di media sosial. Namun, unggahan ini justru mendapat komentar negatif dan tak berperasaan dari warganet.

'Bukankah lebih baik jika kita membunuhnya daripada hidup begitu dekat dengan monster seperti Luna?', tulis seorang warganet.

"Aku pikir orang terkejut ketika mereka melihatnya, dan aku juga akan (terkejut seperti warganet). Tetapi aku hanya ingin mereka memikirkan dahulu sebelum berkomentar," ujar Fenner, melansir Metro.

GCMN memengaruhi sekitar satu dari 20.000 bayi baru lahir di seluruh dunia. Ketika Luna lahir, dokter dengan cepat memeriksa apakah tanda lahir itu adalah kanker.

Untungnya, setelah melakukan pemindaian MRI pada wajah, leher, serta otak, dokter mengatakan tanda lahir itu tidak bersifat kanker dan mereka mendiagnosis Luna mengalami GCMN.

Orang-orang yang mendukung Luna (GoFundMe/Clarissa Gudolle)
Orang-orang yang mendukung Luna (GoFundMe/Clarissa Gudolle)

"Kami menghela napas lega dan dipulangkan dan disuruh mengunjungi dokter kulit dalam waktu tiga bulan. Tetapi saya tidak mau menunggu, jadi dalam waktu sebulan kami mengunjungi ahli bedah plastik pertama," sambungnya.

Meskipun beberapa orang bereaksi terhadap foto Luna dengan komentar penuh kebencian, banyak yang menunjukkan dukungan untuk gadis kecil itu.

"Banyak pengikutnya menyebut 'kupu-kupu kecil' karena bentuk tanda lahirnya. Kami bahkan dikirimi foto orang-orang dari seluruh dunia yang telah melukis wajah mereka seperti wajah Luna," lanjutnya.

Menurutnya, itu adalah bentuk dukungan kepadanya agar selalu berpikiran positif.

Di sisi lain, Fenner berencana menghilangkan tanda lahir tersebut karena takut akan masa depan Luna nantinya.

"Beberapa menyarankan operasi laser, bukan hanya menghilangkannya, tapi aku sudah bicara dengan ibu lain dengan anak yang mengalami kasus jauh lebih ringan daripada Luna, dan dia menjalani 30 sesi laser dengan anestesi umum dan membutuhkan 50 lagi."

Ini membuat Fenner dilema, sebab jika Luna menjalani penghilangan tanda lahir pada usia 10 tahun, katanya, kemungkinan Luna akan mengingatnya. Dan ia takut hasilnya akan menjadi lebih buruk, misalnya akan ada lebih banyak jaringan parut.

"Kami berada dalam situasi di mana kami benar-benar tidak tahu apakah kami akan menjalani operasi. Tetapi saya akan terus berusaha," tandasnya.

Terkait

Terkini