Jum'at, 13 Desember 2019

Putra Kedua Dede Sunandar Alami Sindrom Williams, Ternyata Ini Sebabnya!

Dede dan keluarga sudah melakukan berbagai macam cara untuk menyembuhkan sang buah hati.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Dede Sunandar. (Suara.com/Nanda Hadiyanti)
Dede Sunandar. (Suara.com/Nanda Hadiyanti)

Himedik.com - Presenter Dede Sunandar mengungkapkan penyakit yang kini dialami oleg putra bungsunya, Ladzan. Hal itu disampaikannya pada acara talkshow Okay Bos, Selasa (6/8/2019)

"Iya, dia punya penyakit yang beda dari semua orang. Nama penyakitnya Williams Syndrome," tutur Dede kepada Raffi Ahmad.

Menurut Dede, Williams Syndrome membuat jantung, paru-paru hingga lambung Ladzan bermasalah.

"Jadi harus dioperasi. Mau nggak mau. Operasinya itu ada empat tahapan, umur satu sampai tiga tahun, tujuh tahun, 13 tahun, sampai 23 tahun," lanjut Dede.

Dede mengungkapkan dirinya dan keluarga sudah melakukan berbagai macam hal semampu mereka untuk menyembuhkan sang buah hati.

Sekarang, usia Ladzan sudah menginjak 1,4 tahun dan Agustus ini ia akan dioperasi.

Dede Sunandar dan putranya yang idap Sindrom Williams (Instagram/Dede Sunandar)
Dede Sunandar dan putranya yang idap Sindrom Williams (Instagram/Dede Sunandar)

Melansir Genetics Home Reference NIH, Williams Syndrome merupakan gangguan perkembangan yang menyerang banyak bagian tubuh.

Kondisi ini ditandai dengan kecacatan intelektual ringan atau sedang, masalah belajar, karakteristik kepribadian yang unik, fitur wajah yang berbeda, dan masalah kardiovaskular.

Anak yang mengidap Sindrom Williams ini memiliki fitur wajah yang khas. Seperti dahi lebar, hidung pendek dengan ujung lebar, pipi penuh, dan mulut lebar dengan bibir penuh.

Berdasarkan Cleveland Clinic, orang dengan Sindrom Williams ini cenderung memiliki penyakit kardiovaskular, perubahan jaringan ikat, dan kelainan endokrin.

Sindrom ini disebabkan oleh penghapusan, atau ada bagian yang hilang pada wilayah kromosom 7.

Sindrom Williams dapat menyebabkan berbagai masalah dan gejala perkembangan. Kondisi ini biasanya didiagnosis pada masa bayi atau anak usia dini.

Sayangnya, tidak semua penderita memiliki gejala yang sama. Tetapi mereka memiliki satu penyakit serius, yaitu kardiovaskular.

Terkait

Terkini