Minggu, 20 Oktober 2019

Putra Kedua Dede Sunandar Idap Sindrom Williams, Ini Fakta Penyakitnya!

Orang dengan Sindrom Williams mudah menyukai semua orang?

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Dede Sunandar. (Suara.com/Nanda Hadiyanti)
Dede Sunandar. (Suara.com/Nanda Hadiyanti)

Himedik.com - Komedian Dede Sunandar mengungkapkan kesedihannya kala menceritakan putra keduanya, Ladzan, yang didiagnosis sindrom langka, yaitu Sindrom Williams.

Hal ini membuat putranya yang masih 1,4 tahun mengalami masalah jantung, paru-paru hingga lambung.

"Jadi harus dioperasi. Mau nggak mau. Operasinya itu ada empat tahapan, umur satu sampai tiga tahun, tujuh tahun, 13 tahun, sampai 23 tahun," jelas Dede.

Dede mengungkapkan Agustus ini, putranya akan menjalani operasi untuk yang pertama kalinya.

"Iya, Agustus. Soalnya Dede kan pakai asuransi, BPJS, 70 persen dan saya 30 persen. Dede pasien ke, hampir seratus berapa gitu. Dede akhir Agustus (operasinya)," lanjut Dede, saat menjadi bintang tamu dalam progam Okay Bos pada Selasa (6/8/2019).

Berdasarkan Cleveland Clinic, Sindrom Williams merupakan kondisi genetik yang ditandai dengan wajah yang unik, keterlambatan perkembangan, masalah belajar, dan sifat-sifat kepribadian tertentu.

Orang dengan sindrom Williams cenderung memiliki penyakit kardiovaskular, perubahan jaringan ikat, dan kelainan endokrin.

Dede Sunandar dan putranya yang idap Sindrom Williams (Instagram/Dede Sunandar)
Dede Sunandar dan putranya yang idap Sindrom Williams (Instagram/Dede Sunandar)

Untuk lebih jelasnya, ketahui fakta-fakta dari Sindrom William berikut.

1. Pengidap Sindrom Williams cenderung akan mencintai dan memercayai semua orang, menurut National Geographic. Bahkan mereka bisa memeluk orang asing.

2. Sindrom Williams awalnya disebut dengan elfin facies syndrome (sindrom facies seperti peri).

Sebab pengidapnya memiliki fitur wajah khas, seperti dagu yang sempit, telinga yang menonjol, tulang pipi yang tinggi, dan hidung yang lebar di ujung.

3. Orang dengan Sindrom Williams memiliki lebih banyak hormon oksitosin atau hormon cinta. Dan ini berfluktuasi secara 'liar' di otak.

Hormon ini terlibat dalam perilaku sosial atau keintiman, seperti ikatan ibu dan anak atau pasangan dalam hal romantis.

4. Penderita Sindrom Williams mendapat dorongan dari musik.

Sebuah penelitian dari Vanderbilt University mencoba menentukan apakah sebenarnya ada kecenderungan yang lebih tinggi bagi penderita Sindrom Williams untuk memiliki nada sempurna atau menjadi ahli musik.

Beberapa mengatakan orang dengan sindrom ini lebih cenderung berbakat daripada populasi umum, tetapi yang lain membantahnya.

Tapi yang jelas adalah orang dengan Sindrom Williams dapat merespons secara kuat terhadap lagu sedih mereka akan menangis. Sedangkan mereka mendengar lagu ceria, mereka akan menari.

Terkait

Terkini