Jum'at, 13 Desember 2019

ART Cekoki Bayi dengan Obat Tidur Citirizine, Cek Fakta tentang Obat Ini!

Obat cetirizine yang dimasukkan ke dalam susu bayi agar tertidur pulas ternyata cukup berbahaya jika dikonsumsi tidak sesuai aturannya.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Pembantu beri obat tidur ke bayi majikannya. (Instagram/@febevierza913)
Pembantu beri obat tidur ke bayi majikannya. (Instagram/@febevierza913)

Himedik.com - Kasus pembantu rumah tangga yang bertindak kejahatan pada bayi majikan kembali terjadi.

Media sosial kembali dihebohkan dengan kisah pengguna Instagram Vierza Belinna yang menceritakan kejahatan asisten rumah tangga (ART) kepada buah hatinya, Great, yang masih berusia empat bulan.

Melalui unggahan Instagram Story, Vierza menceritakan bagaimana sang ART menambahkan obat jenis cetirizine ke dalam susu sang anak. Tujuannya agar sang anak tertidur pulas.

Benar saja, setiap Vierza pulang dari bekerja, ia dan suami selalu mendapati Great sudah tertidur pulas. Bahkan sama sekali tidak terbangun untuk meminta susu hingga keesokan paginya.

Hingga akhirnya ia membaui sisa susu yang terasa aneh.

"Saya buang susu yang sisa si ibu ini buat eh gatau feeling ibu kali ya pengen cium botolnya pas saya cium bau anggur merah dan saya bandingan sama susu yang saya buat baunya ya bau susu karena takut salah saya diemin dua susu itu agak lama ternyata bukan bau susu basi dan baunya memang beda," tulisnya.

Setelah dipastikan ke dokter, ternyata benar bahwa selama ini Great mengonsumsi obat yang dapat membuatnya tertidur pulas.

Melansir Hello Sehat, cetirizine merupakan obat anthihistamin yang berfungsi untuk meredakan gejala alergi seperti gatal-gatal, mata berair, pilek dan mata atau hidung gatal.

Pembantu cekoki obat tidur ke bayi. (Instagram/@@febevierza913)
Pembantu cekoki obat tidur ke bayi. (Instagram/@febevierza913)

Obat ini bekerja dengan menghalangi zat alami histamin yang diproduksi tubuh selama reaksi alergi. Cetirizine tidak dapat mencegah gatal atau mencegah/mengobati reaksi alergi serius (misalnya anafilaktik).

Tentu saja obat ini harus dikonsumsi berdasarkan resep dokter dan harus melihat pertunjuk penggunaan pada brosur yang terteda di dalam kotak.

Berdasarkan MIMS.com, obat ini hanya diperuntukkan balita usia 2 tahun dan anak-anak dari usia 6 tahun hingga 12 tahun. Selebihnya dianggap mengikuti dosis orang dewasa.

Melansir Drugs.com, cetirizine ini dapat menyebabkan efek samping yang dapat menganggu pemikiran atau reaksi.

Selain efek tersebut, berikut beberapa efek samping lainnya yang dapat terjadi pada orang yang diperbolehkan mengonsumsinya:

- detak jantung yang cepat, berdebar, atau tidak rata.
- kelemahan, tremor (gemetar tak terkendali), atau masalah tidur (insomnia)
- perasaan gelisah yang parah, hiperaktif
- kebingungan
- masalah dengan visi
- buang air kecil kurang dari biasanya atau tidak sama sekali.

Terkait

Terkini