Jum'at, 13 Desember 2019

Bayi 14 Bulan Peluk Jenazah Ayah 3 Hari Tanpa Minum, Kok Bisa Bertahan?

Ini cara bayi bertahan hidup meski tak makan dan minum seperti bayi 14 bulan yang ditemukan peluk jenazah ayahnya selama 3 hari.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Ilustrasi bayi dan ayahnya (Pixabay/one_life)
Ilustrasi bayi dan ayahnya (Pixabay/one_life)

Himedik.com - Warga Jember, Jawa Timur baru saja digegerkan dengan bayi 14 bulan yang ditemukan memeluk jenazah ayahnya di dalam rumah. Dia telah terkunci selama 3 hari tanpa makan dan minum.

Saat ditemukan, ada kulit jenazah ayahnya yang membusuk menempel di pipi dan wajah balita 14 bulan itu. Selama menemani jenazah ayahnya, balita ini tidak makan dan minum dalam 3 hari.

Penemuan jenazah AJ (40) ini diketahui oleh warga saat mendengar suara tangisan balita 14 bulan itu dari dalam rumah.

Banyak orang pasti penasaran bagaimana seorang balita yang masih 1,2 tahun ini dapat bertahan hidup tanpa makan dan minum selama 3 hari. Apalagi banyak teori mengatakan 60 persen tubuh manusia terdiri dari cairan.

Orang dewasa hanya bisa bertahan hidup selama 3 hari tanpa minum. Lalu, bagaimana dengan balita?

Melansir dari The Sidney Morning Herald, ternyata bayi atau balita mampu bertahan hidup tanpa makan dan minum selama 6 hari.

Ilustrasi bayi usia satu tahun. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi usia satu tahun. (Shutterstock)

Hal itu berkaitan dengan kondisi biologi anak saat dilahirkan. Kim Oates, profesor emeritus di University of Sydney mengatakan bayi yang dilahirkan sehat dengan cairan cukup bisa membantu mereka bertahan hidup lebih lama tanpa makan.

"Saat bayi lahir tepat pada waktunya, biasanya mereka memiliki kadar cairan yang baik. Mereka juga memiliki jumlah penyimpanan cairan yang baik dan glukosa ekstra di hatinya," jelas dia.

Oleh karena itu, bayi atau balita sanggup bertahan hidup lebih dari sehari ketika tidak makan dan minum. Namun setelah 6 hari, balita itu kemungkinan akan menderita gula darah rendah dan berisiko flu.

Berbeda dengan bayi yang lahir prematur, mungkin tak punya kemampuan bertahan hidup yang setara atau lebih kuat dari balita yang lahir sesuai bulannya.

Ilustrasi bayi menangis. (Pixabay/StockSnap)
Ilustrasi bayi menangis. (Pixabay/StockSnap)

"Jika bayi itu lahir prematur, mereka justru mempunyai peluang lebih kecil untuk bertahan hidup. Karena, mereka tidak memiliki banyak glukosa dan cairan di dalamnya." kata Profesor Oates.

Andrew McDonald, dokter anak di Sydney juga mengatakan bayi yang lahir tanpa komplikasi penyakit seperti masalah pernapasan dan lainnya juga mampu bertahan hidup tanpa cairan selama sekitar 4 hari.

McDonald mengatakan, bayi yang baru lahir dirancang sedemikian rupa sehingga mereka tak membutuhkan banyak cairan sampai hari keempat kehidupan.

"Saat itulah ASI masuk. Mereka tak diberi banyak cairan selama empat hari pertama biasanya. Mereka dilahirkan penuh cairan," tuturnya.

Terkait

Terkini