Kamis, 17 Oktober 2019

Penyebab Bayi Lahir Kembar Siam, Genetik dan Faktor Lingkungan Termasuk?

Kembar siam berawal dari sel telur tunggal yang membelah menjadi dua.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Ilustrasi hamil bayi kembar - (Shutterstock)
Ilustrasi hamil bayi kembar - (Shutterstock)

Himedik.com - Kembar siam adalah salah satu kasus yang cukup langka dan ini adalah kondisi ketika sepasang bayi kembar lahir dengan tubuh terhubung.

Beberapa bayi yang lahir dengan kondisi ini memiliki sedikit jaringan, meskipun mereka mungkin memunyai semua organ serta struktur lain yang mereka butuhkan.

Berdasarkan Standfordchildrens.org, ada dua teori tentang perkembangan kembar siam ketika di dalam rahim.

Pertama, sel telur tunggal yang dibuahi tidak sepenuhnya membelah selama proses pembentukan kembar identik.

Teori kedua adalah adanya perpaduan dua telur yang dibuahi yang terjadi lebih awal saat perkembangan.

Ilustrasi sebuah sel telur dan sperma (Shutterstock).
Ilustrasi sebuah sel telur dan sperma (Shutterstock).

 

Sedangkan menurut Seattlechildrens.org, kembar siam dimulai dari sel telur tunggal yang terbelah dua untuk membentuk kembar identik terpisah. Biasanya ini terjadi sekitar dua minggu setelah sel telur dibuahi.

Nah, penyebab menjadi kembar siam adalah antara telur terlambat membelah dan tidak membelah lagi atau telur telah membelah namun bergabung kembali.

Meski penyebab kembar siam belum dikaitkan dengan faktor lingkungan atau genetik, kasus kelahiran ini jarang terjadi sehingga belum ada penyebab yang pasti.

Mayoritas kembar siam akan meninggal di dalam rahim, dan sekitar setengah yang dilahirkan dan dalam keadaan hidup tidak dapat bertahan lebih dari 24 jam.

Dari laporan Seattle Childrens, sekitar 40% dari kembar siam tidak hidup ketika mereka dilahirkan dan sekitar 35% meninggal dalam sehari setelah mereka lahir karena organ mereka tidak dapat mendukung mereka.

Namun, atas kemajuan hasil studi pencitraan, teknik bedah dan  anestesi sekarang ini daripada dahulu, tidak sedikit kembar siam yang dapat bertahan hidup lebih lama.

Terkait

Terkini