Kamis, 17 Oktober 2019

Viral Video Bayi Takut Menyentuh Rumput, Apa Kenyataannya Sama?

Menurut peneliti, ketakutan ini sebenarnya bagus karena dapat dijadikan sebagai perlindungan diri.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Ilustrasi bayi menangis. (pixabay/joffi)
Ilustrasi bayi menangis. (pixabay/joffi)

Himedik.com - Media sosial Twitter pada 19 September 2019 kemarin, dihebohkan dengan video yang memperlihatkan bagaimana para bayi takut terhadap rumput.

Dalam video yang diunggah @MisterMasalati terlihat beberapa bayi secara naluri akan mengangkat kaki mereka ketika orang dewasa meletakkan mereka di rumput.

Unggahan ini pun membuat warganet merasa gemas dengan tingkah lucu bayi-bayi di video.

Tetapi, mengapa ini terjadi?

Berdasarkan Descovery News, sebuah penelitian menunjukkan bayi kemungkinan sebenarnya memiliki keengganan bawaan terhadap tanaman.

Penelitian ini didasarkan pada percobaan sederhana yang melibatkan menempatkan tanaman (basil atau peterseli) atau tanaman buatan di depan bayi.

Tidak ada rangsangan lain yang disajikan di ruangan untuk mengalihkan perhatian bayi.

bayi takut rumput (Twitter/MisterMalasati)
bayi takut rumput (Twitter/MisterMalasati)

 

Mereka menemukan, rerata butuh waktu lima detik lebih lama bagi bayi untuk menjangkau dan menyentuh tanaman asli atau tanaman buatan daripada untuk mengambil benda lain.

Kuisioner juga diberikan kepada orang tua bayi tentang seberapa sering anak-anak mereka terpapar tanaman, dan seberapa sering bayi melihat orang tua mereka memegang tanaman.

Ternyata keakraban bayi dengan tanaman tampaknya tidak memengaruhi waktu reaksi. Bahkan, bayi yang biasanya menyaksikan orang tua mereka memegang tanaman sebenarnya lebih enggan menyentuhnya.

Peneliti berpikir mungkin terlihat aneh bayi harus takut pada tanaman, tetapi tanaman beracun sebenarnya jauh lebih luas daripada hewan beracun.

"Karena itu, tidak mengherankan bahwa keengganan seperti itu seharusnya berevolusi," Annie Wertz, salah satu peneliti studi tersebut.

Ketakutan bawaan pada tanaman juga bisa membantu melindungi terhadap bahaya di luar racun. Misalnya, beberapa tanaman memiliki duri, bulu halus atau minyak yang dapat merusak jaringan.

 

Terkait

Terkini