Kamis, 17 Oktober 2019

Anak Perempuan Masih Bisa Hamil meski Belum Menstruasi, Kok Bisa?

Ini alasanya sebenarnya!

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Ilustrasi wanita hamil. (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)
Ilustrasi wanita hamil. (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)

Himedik.com - Banyak orang mengira anak perempuan yang belum mengalami menstruasi tidak bisa hamil. Benarkah demikian?

Hamil berhubungan dengan ovulasi. Karena seorang gadis dapat berovulasi, bahkan sebelum menstruasi pertamanya, ada kemungkinan hamil jika berhubungan intim.

Tidah hanya itu, anak perempuan ini juga masih dapat terkena infeksi menular seksual (IMS) jika terjadi hubungan intim. 

"Tidak berhubungan intim adalah satu-satunya cara untuk mencegah IMS atau kehamilan tidak diinginkan," tutur Larissa Hirsch, MD, melansir kidshealth.org.

Kondom, tambahnya, merupakan kontrasespsi yang dapat melindungi terhadap IMS, namun dinilai tidak sebagus mencegah kehamilan seperti kontrasepsi lainnya.

Ilustrasi ibu hamil menikmati musim dingin. (Shutterstock)
Ilustrasi ibu hamil (Shutterstock)

Oleh karena itu, apabila ada korban pemerkosaan di bawah umur, tidak heran jika ada kemungkinan korban hamil.

Tetapi berdasarkan plannedparenthood.org, kasus seperti ini tidak biasa terjadi, meski kemungkinannya ada.

Sebab, menurut laman ini, anak perempuan sudah dapat melepaskan telur dari indung telur mereka.

Kehamilan terjadi ketika sel telur yang dibuahi menempel pada lapisan rahim, sehingga setelah perempuan memulai ovulasi, bisa hamil.

Terkait

Terkini