Jum'at, 13 Desember 2019

Jangan Panik Saat Bayi yang Baru Lahir Alami 'Menstruasi', Ini Alasannya!

'Menstruasi' pada bayi ini hanya terjadi setidaknya selama tiga hari.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Ilustrasi bayi tidur. (pixabay/PublicDomainPictures)
Ilustrasi bayi tidur. (pixabay/PublicDomainPictures)

Himedik.com - Jika Anda mendapati bayi perempuan Anda yang baru berusia beberapa hari mengalami pendarahan pada organ intim seperti menstruasi, tidak perlu khawatir. Sebab ini ternyata adalah hal yang umum terjadi.

Melansir Seattle Children's Organizations, pendarahan setelah lahir pada bayi perempuan dapat terjadi setiap saat dari hari ke-2 hingga ke-10 setelah dilahirkan.

Penyebabnya adalah penurunan hormon estrogen ibu secara tiba-tiba setelah dilahirkan.

Berdasarkan WebMD, organ intim bayi perempuan yang baru lahir telah terpapar banyak hormon di dalam rahim.

Di dalam rahim, estrogen sang ibu berdifusi melintasi plasenta ke dalam sirkulasi janin. Setelah lahir, kadar estrogen pada bayi menurun, dan ini menghasilkan keputihan yang bisa bernoda darah.

Ilustrasi bayi. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi. (Shutterstock)

Pendarahan ini umumnya akan terjadi selama tiga hingga empat hari.

Tidak hanya membuat 'pendarahan menstruasi', hormon ini juga dapat membuat bagian luar vagina bayi (labia majora dan klitoris) sedikit bengkak dan menonjol.

Untuk membersihkannya, Anda perlu menggunakan air hangat tanpa sabun.

Bersihkan labia dan cuci lipatannya dengan lembut, tidak perlu masuk ke dalam lagi.

Cara membersihkannya dari arah depan ke belakang untuk menghindari kontaminasi area vagina dari feses.

Terkait

Terkini