Rabu, 13 November 2019

Bapak ini Tega Buang Asap Rokok di Wajah Anaknya, Begini Lho Risikonya!

Video seorang bapak mengembuskan asap rokok di wajah anaknya tengah viral di media sosial.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Viral pria merokok di depan anaknya (Twitter/@Selbar_Selangor)
Viral pria merokok di depan anaknya (Twitter/@Selbar_Selangor)

Himedik.com - Video seorang pria yang diduga seorang ayah merokok dan menghela asap rokok di depan anaknya mendadak viral di media sosial Twitter. Video itu memperlihatkan mereka sedang makan di restoran terbuka, lalu sang ayah merokok tepat di depan wajah anaknya.

Video tersebut dibagikan oleh akun Twitter @selbar_selangor yang memperlihatkan bagaimana sang ayah merokok dan mengembuskan asapnya di wajah anaknya yang duduk di depannya.

"Ayah tidak bertanggung jawab, kamu membunuh anak kecilmu," tulis akun Twitter tersebut dikutip oleh World of Buzz.

Video tersebut langsung memancing perhatian publik. Mereka terheran dengan sikap sang ayah yang sembarangan mengembuskan asap rokoknya, seolah tak memikirkan kesehatan anaknya.

Anda pasti sudah mengetahui bahwa asap rokok berbahaya bagi siapa pun, apalagi anak kecil. Merokok di dekat anak kecil termasuk tindakan penganiayaan.

Video seorang ayah merokok di depan anaknya (Twitter/@Selbar_Selangor)
Video seorang ayah merokok di depan anaknya (Twitter/@Selbar_Selangor)

 

Melansir dari hellosehat.com, satu batang rokok mengandung lebih dari 250 bahan kimia aktif karsinogenik yang menyebabkan kanker, termasuk formaldehida, benzena, vinil klorida, arsenik, amonia, dan hidrogen sianida.

Asap rokok sendiri mengandung karbon monoksida lima kali lipat, tar dan nikotin tiga kali lipat, dan amonia 46 kali lipat lebih banyak daripada asap yang dihirup langsung oleh perokok aktif. Artinya, perokok pasif memiliki risiko kanker 50 kali lipat lebih tinggi daripada perokok aktif.

Sementara itu, Anda perlu tahu bahwa paru-paru anak tentunya berukuran lebih kecil daripada orang dewasa. Mereka juga bernapas lebih cepat daripada orang dewasa.

Karena itu, anak-anak bisa menghirup lebih banyak zat-zat kimia berbahaya dibandingkan orang dewasa dalam waktu bersamaan. Apalagi sistem kekebalan tubuh anak kecil juga belum sempurna seperti orang dewasa.

Mereka akan lebih mudah menderita radang pernapasan, seperti bronkitis dan pneumonia. Bayi yang sering terpapar oleh asap rokok dalam jangka waktu panjang, atau yang ibunya merupakan perokok aktif, memiliki peluang yang lebih tinggi terhadap risiko kematian akibat Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) daripada bayi yang tidak terpapar oleh asap rokok.

Terkait

Terkini