Rabu, 13 November 2019

Akibat Main Ponsel di Tempat Gelap, Anak Remaja Didiagnosis Buta Warna

Anak remaja 16 tahun didiagnosis mengalami buta warna setelah keseringan main gadget di tempat gelap.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Ilustrasi bermain gadget sebelum tidur. (pixabay/StockSnap)
Ilustrasi bermain gadget sebelum tidur. (pixabay/StockSnap)

Himedik.com - Sudah banyak kasus kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan gadget. Kali ini gadis usia 16 tahun dari Kaohsiung mengalami buta warna karena terlalu sering bermain ponsel dalam sehari.

Menurut dr Hung Chi-ting, paparan sinar biru dari ponsel itulah merusak beberapa sel mata yang akhirnya menyebabkan kebutaan warna. Ia juga mengatakan bahwa kondisi gadis yang akrab disapa Liu ini baru pertama kalinya di dunia.

Sebelumnya, Liu sering main gadget hingga 10 jam sehari. Biasanya ia juga memainkan gadget di ruang gelap selama liburan.

Ia mulai menyadari buta warna ketika tidak bisa membedakan lampu lalu lintas hingga menyebabkan kecelakaan. Liu pun sempat khawatir jika penglihatannya perlahan akan meredup dan mengalami kebutaan total.

Oleh karena itu, Liu memutuskan pergi ke dokter. Dia lalu menjalani perawatan tahap awal di bulan September 2019 untuk mengatasi kondisi matanya.

Seorang anak perempuan gembira bermain gawai. [shutterstock]
Seorang anak perempuan gembira bermain gawai. [shutterstock]

"Saya tidak tahu lampu warna merah. Seorang teman sempat menarikku ketika saya hendak menyebrang jalan karena tidak tahu bahwa lampu masih merah," katanya, dikutip dari Asia One.

Setelah melakukan perawatan tahap awal, Hung menyarankan Liu mengurangi aktivitasnya bermain gadget selama pengobatan matanya.

Ilustrasi sakit mata atau mata bengkak akibat radang saluran air mata. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit mata. (Shutterstock)

Ia juga menyarankan pada semua orang agar tidak bermain ponsel lebih dari 5 jam sehari. Selain itu, penting untuk mengistirahatkan mata setidaknya 10 menit setiap 30 menit ketika main gadget.

Terkait

Terkini