Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Selasa, 02 Juni 2020

RSV Menyebar, Dokter Peringatkan untuk Tidak Mencium Bayi Sembarangan

Para ahli mengatakan ada virus yang sedang menyebar dan sangat berbahaya bagi bayi, yaitu Respiratory Syncytial Virus (RSV).

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi bay sakit (Pixabay/StockSnap)
Ilustrasi bay sakit (Pixabay/StockSnap)

Himedik.com - Sistem kekebalan tubuh bayi masih sangat rendah, sehingga tidak heran jika mereka sangat rentan terhadap berbagai penyakit. Terutama virus atau bakteri yang sangat mudah menginfeksi.

Itulah sebabnya sangat penting untuk menjaga dan menjauhkan mereka dari penyakit apapun. Salah satunya dengan cara tidak mencium atau berdekatan dengan bayi ketika sakit.

Melansir CDC via World of Buzz, para ahli mengatakan ada virus yang sedang menyebar dan sangat berbahaya bagi bayi, yaitu Respiratory Syncytial Virus (RSV).

Virus ini cukup berbahaya dan sering tidak terdeteksi karena dapat disalahartikan sebagai virus flu biasa. RSV diketahui sebagai penyebab paling umum dari penyakit bronchiolitis dan pneumonia pada bayi di bawah satu tahun.

"Siapa saja dapat terinfeksi RSV, tetapi ini sangat serius untuk bayi di bawah enam bulan karena mereka paling rentan terhadap virus dan bahkan dapat membuat mereka dirawat di rumah sakit," tulis CDC.

Iustrasi virus yang menyebabkan flu. [shutterstock]
Iustrasi virus [shutterstock]

Gejala dari infeksi RSV adalah hidung beringus, batuk basah, demam, dan sifat lekas marah. Menurut Tiffany Hill, seorang dokter anak asal Texas, ada perbedaan antara gejala RVS dan flu.

"RSV menyebabkan lebih banyak peradangan dan sekresi di saluran napas daripada beberapa virus khas lainnya,” kata Hill, melansir 10tv.

Infeksi ini dapat bertahan sekitar 3 minggu lebih lama daripada flu, tambahnya. Ia juga mengatakan tidak ada pengobatan untuk virus ini, tetapi ada banyak hal yang dapat dilakukan orangtua untuk membuat anak mereka merasa lebih baik. Salah satunya dengan perawatan simptomatik yang dapat meringankan gejala.

Cara lain untuk mencegah bayi terkena virus adalah berhati-hati terhadap siapa yang melakukan kontak dengan mereka. Jika Anda, seorang kerabat atau teman merasa sakit, Hill mengatakan untuk menghindari kontak fisik dengan sang bayi.

Sebenarnya ada vaksin RSV, namun itu hanya terbatas pada anak berusia 2 tahun yang memiliki penyakit paru-paru kronis, penyakit jantung atau bayi prematur yang lahir di bawah 28 minggu.

 

Terkait

Terkini