Minggu, 19 Januari 2020

Remaja 13 Tahun ini Hampir Buta karena Dilempar Pensil, Begini Kondisinya!

Seorang gadis remaja hampir buta sebelah mata karena dilempar pensil oleh temannya.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Pensil (Pixabay/Free-Photos)
Pensil (Pixabay/Free-Photos)

Himedik.com - Banyak anak-anak bermain tanpa memikirkan risikonya. Seperti remaja perempuan usia 13 tahun ini yang hampir alami kebutaan di mata kirinya gara-gara dilempar pensil.

Menurut sebuah laporan dalam jurnal medis BMJ Case Reports dikutip dari foxnews.com, beberapa milimeter pensil tersebut menembus retinanya.

Remaja asal Manchester tersebut mulanya tidak merasakan apapun di bagian matanya setelah dilepar pensil. Sampai akhirnya seorang teman memberi tahunya bahwa ada hal aneh di sklera, bagian putih matanya.

Ia bercerita mulanya seorang teman melemparkan pensil dari depan kelas menuju ke tempatnya sedang berbincang dengan teman-teman lainnya. Saat itu pensil langsung mengenai matanya, tapi ia tidak merasa kesakitan apapun meski sebagian pensil sempat masuk ke dalam matanya.

"Awalnya saya tidak menyadari apa yang terjadi sampai teman saya berkata mereka melihat sesuatu yang aneh di mataku," ujarnya.

Setelah itu ia langsung memberi tahu gurunya dan orangtuanya pun datang. Ibu dari remaja tersebut langsung membawanya ke Rumah Sakit Mata Royal Manchester. Dokter pun langsung memintanya melakukan tes mata dan melihat ada dua buah timah tambahan di matanya.

Ilustrasi pensil. (Pixabay)
Ilustrasi pensil. (Pixabay)

Salah satu potongannya sepanjang 0,67 cm yang telah menembus limbus atau perbatasan antara kornea dan sklera. Satu lainnya memiliki panjang sekitar 0,16 cm yang hanya berjarak beberapa milimeter dari retina matanya.

Retina adalah lapisan tipis jaringan di bagian dalam dan belakang mata yang berguna menerima cahaya untuk memfokuskan lensa, mengubah cahaya menjadi sinyal saraf dan mengirimkan sinyal-sinyal ini ke otak untuk visual.

Dengan kata lain, retina memproses gambar dari cahaya yang terfokus dan otak dibiarkan menentukan gambar itu. Kerusakan pada bagian mata ini bisa menyebabkan kebutaan permanen.

Remaja itu pun membutuhkan operasi untuk menghilangkan potongan timah di matanya. Dokter menggunakan forceps untuk berhati-hati mengeluarkan potongan dari limbusnya.

Tetapi, mengambil bagian yang lebih kecil dan nyari melewati retina lebih sulit sehingga mengharuskan dokter untuk menghilangkan beberapa jaringan di sekitar bagian utama.

Syukurlah operasi itu sukses. Pasien diminta untuk menggunakan obat tetes mata dan memakai penutup mata selama 2 minggu. Selama dua bulan setelah prosedur, gadis itu melakukan pemeriksaan rutin sehingga dokter dapat memastikan bahwa ia sudah sembuh total.

"Setelah operasi, saya tidak bisa melihat banyak dari mata kiri saya sama sekali. Tetapi, lambat laun penglihatan saya membaik. Ketika saya pertama kali sampai di rumah, saya tidak suka lampu kamar menyala karena terlalu terang," katanya.

Remaja 13 tahun ini pun merasa beruntung tidak mengalami kebutaan total meskipun masih ada beberapa jahitan di belakangdan depan matanya.

Terkait

Terkini