Kamis, 09 April 2020

Benarkah Bayi Lahir Caesar Lebih Berisiko Obesitas? Ini Kata Ahli!

Ahli membantah tentang bayi lahir caesar berisiko obesitas hanyalah sebuah mitos.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi bayi lahir caesar (Pexels/Dominika Roseclay)
Ilustrasi bayi lahir caesar (Pexels/Dominika Roseclay)

Himedik.com - Banyak orang percaya bahwa bayi yang lahir secara operasi caesar lebih berisiko alami obesitas ketika dewasa dibandingkan bayi lahir normal. 

Sebuah penelitian, dilansir dari The Sun, mengatakan bahwa bayi yang lahir secara operasi caesar tidak mungkin lebih gemuk daripada bayi yang lahir normal. Penelitian ini berusaha membantah mengenai mitos tersebut yang lama dipercayai orang-orang.

Indeks massa tubuh (BMI) ibu saat hamil itulah yang justru menentukan berat badan bayinya setelah lahir. Para peneliti pun telah meneliti hubungan BMI ibu saat hamil dan berat badan anaknya.

Para ilmuwan menganalisis metode kelahiran dan BMI dari 97 ribu orang berusia 18 tahun yang sudah menjalani wajib militer.

Sekitar 4,9 persen dari mereka yang melahirkan secara normal mengalami obesitas. Sedangkan 5,5 persen anak yang dilahirkan secara operasi caesar juga mengalami obesitas.

Obesitas anak. (Shutterstock)
Obesitas anak. (Shutterstock)

Hasil lebih tinggi ditemukan pada bayi yang dilahirkan secara operasi caesar darurat, yakni mencapai angka 5,6 persen.

Tetapi, tidak ada perbedaan statistik setelah memperhitungkan faktor-faktor lain, seperti usia, kebiasaan merokok, dan BMI ibu saat hamil.

Dr Daniel Berglind yang memimpin studi Swedia mengatakan kondisi wanita saat hamil bukan faktor utama yang membuat anaknya mengalami obesitas secara umum.

Royal College of Obstetricians and Gynecologists pun menyambut baik temuan yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Medicine ini. Hal itu juga mengingat bagaimana prosedur persalinan caesar meningkat dua kali lipat secara global dari tahun 2000 hingga 2015.

Terkait

Terkini