Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Selasa, 02 Juni 2020

HIV Tetap akan Pengaruhi Otak Anak Meski Sudah Jalani Pengobatan Sejak Dini

Meski anak pengidap HIV sudah mendapat perawatan ART sejak dini, virus masih memengaruhi otak mereka.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi HIV - (Shutterstock)
Ilustrasi HIV - (Shutterstock)

Himedik.com - Sebuah penelitian menunjukkan, Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih dapat memengaruhi otak pengidap yang masih anak-anak. Bahkan meski mereka sudah mendapat perawatan sejak dini, seperti pengobatan antiretroviral atau ART.

Inilah alasan Michael Boivin, Profesor dan Kepala Penelitian Psikiatri di College of Osteopathic Medicine, Universitas Negeri Michigan, melakukan penelitian longitudinal dua tahun untuk mendapatkan gambaran jelas bagaimana HIV memengaruhi pertumbuhan neuropsikologis anak-anak.

Penelitian ini pun diterbitkan dalam Clinical Infectious Diseases. Penelitian ini didukung oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, bagian dari Institut Kesehatan Nasional AS.

Hasilnya peneliti menemukan, masih ada tantangan neuropsikologis utama pada anak yang memiliki HIV dalam menghadapi pengobatan dini dan perawatan klinis yang baik.

ILsutrasi HIV positif (Shutterstock)

"Anak-anak ini (penderita HIV) datang ke ruang berlajar dengan kekurangan dibandingkan dengan rekan mereka. Seperti itu hampir sama selama dua tahun, kecuali di satu bidang penting yaitu penalaran dan perencanaan. Pada tes khusus itu, anak yang hidup dengan HIV gagal berkembang dari waktu ke waktu," tutur Boivin, melansir The Health Site.

Dengan kata lain, dalam bidang perencanaan dan pemikiran selama penelitian, perbedaan antara anak-anak yang terinfeksi dengan yang tidak meningkat.

"Ini adalah fungsi kognitif yang paling penting untuk masa depan anak-anak yang hidup dengan HIV dalam hal kemungkinan mereka menghabiskan masa pengobatan, membuat keputusan, tidak melakukan perilaku berisiko seperti aktivitas seksual dini, masalah psikososial dan pencapaian terkait sekolah," lanjut Boivin.

Namun, perawatan medis dini dimai sejak usia 6 bulan mungkin belum cukup mengatasi berkurangnya kemampuan neurokognitif yang terkait HIV. Walaupun sebenarnya perawatan ini membuat pengidapnya tetap hidup dan lebih sehat.

Jadi, pada anak-anak ini, pengobatan harus dimulai lebih awal untuk meningkatkan hasil neurokognitif jangka panjang.

Terkait

Terkini