Rabu, 08 April 2020

Idap Penyakit Sangat Langka, Kulit Bocah Ini Luka dan Berdarah Tanpa Sebab

Penyakit yang diderita bocah kecil ini adalah hypereosinophilic syndrome.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Grayson Heinle (Facebook/Ariel Wallace)
Grayson Heinle (Facebook/Ariel Wallace)

Himedik.com - Seorang bocah lelaki bernama Grayson Heinle, asal Jensen Beach, Florida, dilahirkan dengan kondisi sehat-sehat saja. Ia juga tumbuh layaknya anak laki-laki seumurannya. Keadaan tiba-tiba berubah awal tahun lalu, yakni saat Grayson sulit dibangunkan oleh sang ibu ketika tertidur di sofa.

Laki-laki kecil itu mesti dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Hasilnya, Grayson menderita penyakit langka, yaitu hypereosinophilic syndrome (HES). Kondisi ini membuatnya memiliki jumlah sel darah putih yang abnormal dan belum ada obatnya.

Penyakit gangguan darah bisa menyebabkan kerusakan organ parah dari waktu ke waktu. Pada Grayson, kulit dan otaknya yang diserang.

Dilansir Daily Mail, HES adalah sekelompok kelainan darah langka yang terjadi saat seseorang memiliki jumlah eosinofil sangat tinggi. Eosinofil adalah sel darah putih yang membantu melawan penyakit, biasanya infeksi, reaksi alergi, atau kanker.

Kebanyakan orang mempunyai kurang dari 500 sel darah putih per mikroliter dalam darah mereka, menurut American Academy of Allergy, Asthma and Immunology. Namun, orang-orang dengan HES memiliki sel darah putih tiga kali lebih banyak.

Grayson Heinle (Facebook/ Ariel Wallace)
Grayson Heinle (Facebook/ Ariel Wallace)

Eosinofil ini pun menyebar ke jaringan dan organ tubuh, termasuk kulit, jantung, paru-paru, dan sistem saraf, menyebabkan peradangan dan kerusakan.

Tergantung pada bagian tubuh mana yang terpengaruh, penderita mungkin mengalami ruam kulit, batuk, napas pendek, kelelahan, atau hilangnya daya ingat.

HES pun bisa berakibat fatal apabila penderitanya mengalami kerusakan organ secara luas di tubuhnya.

Sayangnya, hingga sekarang belum ada obat atau pengobatan yang diketahui dapat mencegah kerusakan jaringan dengan mengurangi jumlah eosinofil di dalam tubuh.

Grayson Heinle (Facebook/ Ariel Wallace)
Grayson Heinle (Facebook/ Ariel Wallace)

"Sering kali saya merasa seperti menunggu putra saya meninggal, seperti apa organ yang akan gagal berikutnya, atau sistem apa yang akan gagal berikutnya," kata Ariel Wallace, ibu Grayson.

Grayson akhir-akhir ini telah mengalami kejang, perubahan suasana hati, ruam, dan luka berdarah.

"Kadang ia mengalami kerusakan kulit dan, tanpa alasan, terluka di sekujur tubuhnya, dan dia menangis, sengsara, menjerit, hingga berdarah di mana-mana," sambung Wallace.

Terkait

Terkini