Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Jum'at, 05 Juni 2020

Ibunya Asyik Pesta Seminggu, Balita 3 Tahun Mati Kelaparan

Maria Plenkina berdalih telah meninggalkan makanan untuk anaknya.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi balita meninggal dunia (Unsplash/Irina Murza)
Ilustrasi balita meninggal dunia (Unsplash/Irina Murza)

Himedik.com - Maria Plenkina, seorang ibu 21 tahun ini telah membunuh anaknya dengan cara meninggalkannya sendiri di rumah selama seminggu. Hal itu dilakukan Maria Plenkina agar bisa bebas pergi berpesta tanpa terganggu anaknya.

Maria Plenkina mengaku telah membunuh anaknya dengan cara meninggalkannya di rumah sendiri selama seminggu. Akibatnya, anaknya yang masih berusia 3 tahun pun meninggal dunia karena kelaparan.

Anaknya, Kristina, ditemukan dalam kondisi telanjang di ruangan dingin dan bertabur sampah makanan, seperti yogurt, ayam dan sosis yang ditinggalkan oleh Maria.

Jenazah Kristina pun ditemukan oleh neneknya, Irina Plenkina (47) ketika datang ke rumah untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada cucunya.

Akibat kejadian ini, Maria terancam dijatuhi hukuman 8 hingga 20 tahun penjara. Karena kasus ini termasuk pembunuhan dengan kekejaman ekstrem.

Ilustrasi bayi sakit (Pexels)
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Pasalnya, Maria terbukti telah mengunci anaknya di dalam rumah selama seminggu tanpa air dan makanan. Di sisi lain, psikiater juga mengungkap kondisi jiwa Maria masih normal sehingga besar kemungkinan ia melakukannya secara sadar.

Meski begitu, Maria sempat membantah telah membiarkan anaknya mati kelaparan. Ia mengaku telah meninggalkan makanan untuk anaknya dan tidak berniat untuk membunuhnya.

"Sang ibu mengatakan bahwa dia sengaja menutup pintu apartemen dan meninggalkan anaknya sendiri di dalam rumah," kata juru bicara komite dikutip dari The Sun.

Namun, sang nenek justru menuding bahwa Maria telah berbohong mengenai keterangannya. Padahal Irina mengaku sanggup merawat cucunya jika Maria tidak bisa.

"Saya tidak pernah berpikir bahwa Maria bisa melakukan hal seperti itu. Kalau saja aku melihat ada sesuatu yang salah, aku akan mengambil cucuku," ujar Irina, sang nenek.

Juru bicara komite juga mengatakan bahwa tidak ada rasa sedih dan penyesalan di wajah Maria setelah anaknya meninggal dunia karena kelaparan.

Terkait

Terkini