Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Sabtu, 04 Juli 2020

Makan Malam Telat Bisa Sebabkan Penyakit Serius pada Anak, Ini Alasannya!

Kebiasaan makan terlambat bisa menyebabkan masalah kesehatan serius pada anak dalam masa pertumbuhan.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi anak makan malam. (pixabay)
Ilustrasi anak makan malam. (pixabay)

Himedik.com - Anak-anak dalam masa pertumbuhan tidak seharusnya melewatkan makan malam. Tetapi, makan malam tidak tepat waktu juga tidak baik untuk pertumbuhan mereka.

Makan malam terlambat bisa berdampak pada kesehatan anak-anak. Bahkan dampak kesehatan serius dari telat makan malam sudah diakui oleh ahli gizi.

Dr Satvinder Kaur, ahli gizi dan asisten profesor dari program Parenting Positif Asosiasi Pediatrik Malaysia, baru-baru ini menjelaskan hubungan antara makan malam dengan gangguan pencernaan, karies gigi, dan tumbuh kembang anak.

"Banyak orang cenderung makan malam bukan karena kelaparan. Tetapi karena mengidam, kebosanan atau stres yang menyebabkan makan berlebihan," kata Satvinder Kaur dikutip oleh worldofbuzz.

Karena makan malam biasanya mendekati jam tidur anak. Artinya, metabolisme anak akan lebih rendah dibandingkan pada siang hari, sehingga tubuh membakar lebih sedikit kalori.

Ilustrasi anak makan. (Shutterstock)
Ilustrasi anak makan. (Shutterstock)

Kalori ekstra setelah makan malam itulah disimpan sebagai lemak tambahan. Akibatnya, sistem pencernaan anak juga akan menghadapi kesulitan untuk memproses makan malam dalam waktu singkat.

"Orangtua perlu menyadari bahwa makan malam terlambat itu tidak sehat, terutama untuk anak-anak. Mereka akan cenderung makan lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuhnya, terutama jika dia sudah makan malam," jelas ahli gizi.

Bahkan, Satvinder Kaur menyatakan bahwa makan malam bisa menjadi salah satu pendorong prevalensi statistik Malaysia yang mengkhawatirkan sebagai negara ASEAN terkemuka dalam obesitas anak.

"Jika makan malam terlambat sudah menjadi kebiasaan, anak bisa mengalami pertambahan berat badan karena konsumsi berlebihan, sehingga menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas," jelasnya.

Satvinder Kaur juga mengatakan kebiasaan makan malam terlambat yang bertahan hingga dewasa akan lebih sulit dikontrol. Kondisi ini bisa menjadi lebih kronis dan menyebabkan masalah kesehatan lebih serius.

Karena itu, orangtua perlu memberi contoh yang baik pada anak-anak mengenai kedisiplinan untuk tidak mengemil atau makan malam terlambat. Selain itu, batasi kebiasaan anak-anak bermain gadget, atur kebiasaan tidur yang sehat, dan jangan lewatkan makan malam.

Terkait

Terkini