Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Senin, 25 Mei 2020

Pandemi Corona Bisa Membuat Anak Stres, Kenali 5 Gejalanya

Para orangtua pun kewalahan karena krisis global yang panjang akan ikut memengaruhi mental anak-anak.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
cloud_download Baca offline
Ilustrasi anak laki-laki murung. (Pixabay)
Ilustrasi anak laki-laki murung. (Pixabay)

Himedik.com - Ketidakpastian dalam krisis pandemi corona Covid-19 membuat banyak ketegangan mental, termasuk pada anak-anak. Hal itu dinyatakan oleh seorang psikolog, Genevieve von Lob pada Huffpost.

"Tidak ada di antara kita yang berhasil dengan ketidakpastian dan krisis, banyak yang harus diproses oleh anak-anak. Sama seperti orang deaasa, anak-anak mengalami banyak kehilangan kehidupan normal mereka saat ini," kata Genevieve von Lob.

Atas kehilangan kebiasaan itu, anak-anak juga akan mengalami stres yang kemudian ditunjukkan melalui perubahan fisiologis dan perilaku.

"Ketika anak-anak stres, itu sering dinyatakan dalam perubahan fisiologis, perubahan suasana hati, dan perilaku," kata Robin Gurwitch, seorang profesor psikiatri Universitas Duke pada Huffpost.

Sayangnya, anak-anak tidak bisa secara gamblang mengutarakan kegelisahannya. HuffPost berbicara dengan Gurwitch, von Lob, dan para ahli lainnya untuk mempelajari beberapa indikator yang menunjukkan tanda stres pada anak.

1. Perilaku Regresif

"Secara umum, kita semua akan mengalami sedikit kemunduran selama masa transisi besar ini," kata psikoterapis Noel McDermott.

"Anak-anak akan mengalami kemunduran lebih dari orang dewasa, semakin muda semakin besar kemundurannya," tambahnya.

Perilaku yang Anda pikir anak telah hilangkan tiba-tiba muncul kembali. Misalnya kembali mengisap jempol, membutuhkan mainan khusus untuk kenyamanan, mengompol, dan lain sebagainya.

"Perilaku regresi normal selama periode stres dan ketidakpastian," kata von Lob.

Terkait

Terkini