cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Selasa, 22 September 2020

Anak Bertanya Soal Perceraian? Psikolog Beri Saran Cara Menjawabnya

Menjawab pertanyaan anak soal perceraian memang bukan hal yang mudah.

Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi orangtua dan anak. (Pixabay)
Ilustrasi orangtua dan anak. (Pixabay)

Himedik.com - Perceraian bisa menjadi kondisi sulit yang dialami oleh tiap pasangan. Belum lagi ketika anak bertanya soal perceraian saat mengetahui keberadaan ayah atau ibunya yang harus berpisah.

Menanggapi hal ini, psikolog anak dan keluarga, Samanta Ananta, M. Psi mengingatkan orangtua untuk tidak berbohong. Untuk menjawab pertanyaan anak ada baiknya mencaritahu dulu alasan anak bertanya keberadaan mantan istri atau suami.

"Jadi kita menanyakan perasaan atau kekhawatiran anak dulu. Anak nanya papa dimana, kita menimpalinya dengan, kamu penasaran dengan keberadaaan papa?, iya aku mau ketemu," ujar Samanta saat berdiskusi di Instagram LIVE @singlemomsindonesia, Selasa (9/6/2020).

Melalui cara ini orangtua bisa tahu alur pemikiran anak, ada 2 alasan biasanya anak bertanya cuma sekedar ingin tahu keberadaan ayah atau ibunya atau memang anak ingin bertemu.

Nah, jika anak memang hanya ingin tahu keberadaan ayah atau ibunya maka orangtua bisa menjelaskan keberadaan mantan istri dan suaminya di mana alamat tinggalnya saat ini.

Ilustrasi orangtua dan anak. (Pixabay)
Ilustrasi orangtua dan anak. (Pixabay)

 

Berusaha untuk tidak membohongi anak, meskipun ia masih kecil dengan alasan ayah atau ibunya kerja di luar kota dan sebagainya.

"Kalau dia ada keinginan kangen, pengen ketemu, ibu tahu kamu kangen pengen ketemu ayah, sini ibu pangku ibu peluk. Kasih kehangatan sama anak, bunda tahu kamu kangen, dan sebagainya jelaskan sesuai frekuensi anak," tuturnya.

Cara menjawab ini memang bukan hal yang mudah, tapi dengan begini anak tidak merasa diabaikan atau dibuang, bahkan parahnya hingga anak merasa dibohongi itu tidak terjadi. Juga positifnya anak jadi dekat dengan kita, ditambah efeknya jadi menguatkan.

"Kita harus saling menguatkan, siapapun yang dapatkan hak asuh anak harus saling menguatkan untuk anak, selalu ada caranya," paparnya.

Berbohong tentang keberadaan mantan suami atau istri tidak disarankan, karena dengan begitu harapan anak justru semakin besar tentang kepulangan orangtua. Sedihnya, saat anak tahu orangtua bercerai di usia tertentu, harapan yang besar berubah juga jadi kecewaan yang besar.

Terkait

Terkini