cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Rabu, 12 Agustus 2020

Anak Shandy Aulia MPASI Pakai Madu, Bolehkah untuk Bayi di Bawah 1 Tahun?

Shandy Aulia kembali dikritik oleh warganet karena memberi anaknya MPASI dengan madu di usia 4 bulan.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Shandy Aulia (Suara.com/Ismail)
Shandy Aulia (Suara.com/Ismail)

Himedik.com - Baru-baru ini artis Shandy Aulia menerima kritik tajam dari warganet karena memberi Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada bayinya ketika masih usia 4 bulan. 

Selain waktunya yang dianggap tidak tepat, Shandy Aulia juga mendapat kritik karena memberi anaknya madu yang dicampur alpukat untuk MPASI.

Banyak orang berpendapat bahwa madu tidak diperbolehkan untuk bayi yang masih di bawah usia 1 tahun. Tapi, Shandy Aulia kembali memiliki alasan tersendiri memberi anaknya madu dan sudah berkonsultasi dengan dokter ahli.

"Saya memberikan madu pada campuran MPASI Claire hanya sangat sangat sedikit bisa dikatakan tidak mengurangi rasa sedikitpun Avocado, saya memberikan madu sudah berkonsultasi pada dokter gizi terlebih dahulu...," ujar Shandy Aulia di Instagram.

Pada umumnya, bayi usia 0-6 bulan membutuhkan ASI eksklusif. Sedangkan madu termasuk makanan alami yang memiliki banyak nutrisi dan manfaat kesehatan.

Shandy Aulia memberikan MPASI pada bayinya berupa madu (Instagram/@shandyaulia)
Shandy Aulia memberikan MPASI pada bayinya berupa madu (Instagram/@shandyaulia)

Tetapi dilansir dari Hello Sehat, pemberian madu pada bayi sebelum usia 1 tahun bisa membahayakan kesehatannya. Karena, madu mengandung spora bakteri Clostridium boulinum yang bisa menyebabkan penyakit pada bayi.

Jika bakteri itu tertelan oleh bayi, maka itu bisa berkembang dan memperbanyak diri di usus bayi. Kemudian, bakteri pada madu itu bisa memproduksi racun berbahaya dan menyebabkan botulisme.

Bila bayi menderita botulisme, mereka akan menunjukkan gejala seperti konstipasi atau sembelit, lesu dan kurangnya nafsu makan.

Bakteri ini tidak dianggap berbahaya bagi orang dewasa dan anak di atas usia 1 tahun, karena mikroorganisme normal pada usus sudah bisa mencegah berkembangnya bakteri.

Sementara, bayi di bawah usia 1 tahun belum memiliki saluran pencernaan yang kuat dan belum bisa mencegah tumbuhnya bakteri jahat dalam usus.

Ilustrasi madu. (Pixabay)
Ilustrasi madu. (Pixabay)

Dilansir dari Healthline, bila Anda ingin memberikan madu dan bayi masih terlalu muda, maka lebih baik konsultasikan pada dokter anak.

Anda juga bisa mencoba menggunakan sirup maple sebagai pengganti atau madu agave yang merupakan pilih lain mirip madu tanpa risiko botulisme pada bayi.

Meski begitu, ada baiknya Anda mengganti rasa manis madu dengan bahan alami seperti buah-buahan manis yang mengandung pemanis alami sekaligus vitamin.

Anda tak perlu khawatir memberi produk susu atau sereal khusus bayi yang mengandung madu, karena makanan instan itu sudah menjadi proses pemanasan yang cukup untuk membunuh bakteri dalam madu.

Terkait

Terkini