cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Sabtu, 26 September 2020

Bayi Belum Lahir Berisiko Tertular Virus Corona di Minggu Kedua Kehamilan

Dokter memperingatkan bahwa bayi belum lahir berisiko tertular virus corona Covid-19 pada minggu kedua.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi ibu hamil (Unplash/@fomaolea)
Ilustrasi ibu hamil (Unplash/@fomaolea)

Himedik.com - Penularan virus corona Covid-19 dari ibu hamil ke janin sempat diragukan. Kini, para dokter justru mengatakan bayi yang belum lahir berisiko  berisiko terinfeksi virus corona Covid-19 pada minggu kedua kehamilan.

Sebuah penelitian juga telah mengklaim bahwa ibu yang jatuh sakit akan membuat embrio rentan terhadap virus tersebut. Hal ini bisa memengaruhi kemampuan embrio untuk ditanamkan dengan benar ke dalam rahim dan berisiko untuk kesehatan janin di masa depan.

Para ahli di University of Cambridge menggunakan data ekspresi gen untuk penelitian ini. Mereka menemukan bahwa gen protein yang membuat sel rentan terhadap infeksi diekspresikan dalam embrio dalam 14 hari pertama perkembangan.

Padahal saat itu adalah tahapa penting selama masa kehamilan. Karena, sata itulah embrio menempel di rahim ibu dan melakukan perubahan besar di semua jaringannya.

Ekspresi gen adalah proses di mana gen tertentu diaktifkan untuk menghasilkan protein yang dibutuhkan. Protein itu menentukan fungsi sel dan ribuan gen diekspresikan dalam sel tertentu menentukan fungsinya.

Ilustrasi hamil anak kembar. (unsplash)
Ilustrasi hamil anak kembar. (unsplash)

Namun, para ilmuwan menyoroti bahwa temuan mereka belum divalidasi pada tingkat protein, terumata dalam model embrio sel induk atau model hewan.

Laporan sebelumnya telah menunjukkan bila seorang ibu terinfeksi virus corona Covid-19, maka bayinya juga berisiko tertular. Pada Maret 2020 lalu pun seorang bayi baru lahir di London juga terinfeksi virus corona Covid-19.

Pada awal pandemi virus corona Covid-19, wanita hamil juga telah didaftarkan dalam kelompok rentan terinfeksi. Sehingga ibu hamil disarankan membatasi kontaknya dengan orang lain selama pandemi.

Tapi di Mei 2020, Perdana Menteri mengatakan ibu hamil tidak perlu melindungi diri dan cukup mematuhi aturan jarak sosial.

Royal College of Obstetricians and Gynecologists juga mengatakan bahwa tidak ada bukti ibu hamil berisiko tinggi tertular virus corona Covid-19.

Kemudian, studi dari para ahli di Cambridge menunjukkan ada jalur potensial menuju embrio yang bisa ditembus oleh virus corona Covid-19. Hal ini menunjukkan bahwa virus corona Covid-19 lebih mungkin menginfeksi sel embrio.

"Penelitian kami sekarang menawarkan indikasi bahwa efek potensial infeksi SARS-CoV-2 pada embrio awal harus diselidiki lebih lanjut menggunakan kedua sel induk," Kata Profesor David Glover dari Universitas Cambridge dalam jurnal Open Biology dikutip dari The Sun.

Meski begitu, para ahli lain mengklaim bahwa penularan virus ke bayi belum lahir tidak mungkin terjadi. Walaupun bayi terinfeksi virus corona, biasanya kondisi mereka tidak terlalu serius.

"Ini adalah studi berbasis laboratorium yang menarik menggunakan platform budaya yang baru dikembangkan, sehingga memungkinkan para peneliti untuk melihat ekspresi gen pada embrio manusia purba," kata Christoph Lees, profesor kebidanan di Imperial College London.

Beberapa gen mungkin terlibat dalam cara virus corona Covid-19 memasuki sel. Gen itu mungkin ada pada tahap yang sangat awal dan meningkatkan kemungkinan embrio rentan terhadap virus.

Terkait

Terkini