cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Sabtu, 26 September 2020

Waduh, Minuman Soda Bisa Bikin Anak dan Remaja Lebih Agresif!

Sebuah studi mengkaji masalah emosional pada remaja terkait dengan seberapa banyak minuman soda yang mereka konsumsi.

Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi minuman bersoda. (pixabay)
Ilustrasi minuman bersoda. (pixabay)

Himedik.com - Minuman soda diketahui mengandung banyak gula dan kalori. Sehingga baik anak-anak maupun dewasa perlu membatasi konsumsinya. Bahkan menurut sebuah penelitian terbaru dari University of Alabama di Birmingham, menemukan bahwa konsumsi soda dapat memicu perilaku agresif pada remaja.

Dilansir dari Medical Daily, beberapa remaja mendapatkan sebanyak 10% kalori mereka dari soda dan seperlima dari semua siswa sekolah menengah meminumnya, kata para peneliti. Pola konsumsi ini dapat menyebabkan obesitas dan pradiabetes.

Tapi untuk studi ini, para peneliti yang dipimpin oleh Sylvie Mrug, PhD, melihat tren yang berkembang dalam masalah emosional pada remaja terkait dengan seberapa banyak soda yang mereka konsumsi.

Ilustrasi minum minuman bersoda. (Shutterstock)
Ilustrasi minum minuman bersoda. (Shutterstock)

Sebenarnya tren ini bukanlah hal baru. Sebelumnya sudah ada studi yang mengaitkan banyak minum soda dengan agresif, hiperaktif, depresi, dan perilaku bunuh diri.

Namun penlitian yang dilakukan Dr. Mrug cukup berbeda. Alih-alih melihat sekelompok remaja dari berbagai usia sekaligus, dia dan timnya mengikuti sekelompok sekitar 5.000 remaja selama 7 tahun, dimulai saat mereka di kelas lima, pada tahun 2004.

Para peneliti memeriksa peserta studi pada tahun 2007 dan 5 tahun kemudian.

Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa sementara remaja (usia 11 hingga 13) minum lebih banyak soda daripada remaja (hingga usia 16), minum soda di setiap usia sejalan dengan peningkatan perilaku agresif.

Tidak hanya itu, minum banyak soda pada usia 13 tahun, bisa memprediksi perilaku yang lebih agresif pada usia 16 tahun.

Hubungan antara soda dan agresi pada anak-anak sendiri lebih kuat daripada prediktor agresi lainnya, seperti jenis kelamin, penggunaan narkoba, dan perceraian.

Namun para peneliti sepakat untuk melakukan lebih banyak penelitian, di mana mereka perlu melihat diet dan konsumsi minuman manis lainnya. Laporan dari teman dan keluarga anak-anak tentang perilaku mereka dari waktu ke waktu pun diperlukan.

Terlepas dari hasil penelitian ini, Dr. Mrug dan rekan peneliti menyarankan remaja untuk membatasi soda. Sebab, hal itu dapat membuat mereka lebih sehat baik luar dan dalam.

Terkait

Terkini