cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 20 September 2020

Anak-Anak Lebih Berisiko Kena Campak Dibanding Virus Corona, Ini Sebabnya!

Sebuah penelitian menemukan bahwa anak-anak lebih berisiko terkena campak daripada virus corona Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi anak-anak. (Shutterstock)
Ilustrasi anak-anak. (Shutterstock)

Himedik.com - Seorang dokter mengungkapkan bahwa anak-anak lebih berisiko terkena campak daripada virus corona Covid-19 yang sedang mewabah.

Prof Russell Viner, presiden Royal College of Pediatrics and Child Health mendesak para orangtua untuk memastikan anak-anak mendapatkan vaksin rutin.  Beberapa telah melewatkan suntikan MMR karena penutupan atau keengganan orangtua untuk membawa anaknya ke klinik selama pandemi virus corona Covid-19.

"Jika pekerjaan Anda adalah merawat anak-anak, Anda tahu risiko mereka terinfeksi virus corona kecil dan ingin melihat sekolah kembali buka. Maka vaksin adalah hal yang penting diperhatikan," ujar Prof Viner dikutip dari The Sun.

Prof Viner pun mempertegas bahwa sebuah studi ilmiah telah mengungkapkan bahwa virus corona Covid-19 jarang menyebabkan kondisi parah pada anak-anak. Bahkan mereka juga tidak terlalu berperan dalam menularkan virus corona Covid-19.

Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Sayangnya, lebih dari 5 ribu anak meninggal setiap tahun di Inggris. Beberapa kasus kematian akibat campak dan kecelakaan lalu lintas.

"Kami tidak bermaksud melarang anak-anak masuk sekolah dan naik mobil. Kami hanya menyarankan orangtua untuk memastikan anak-anak memakai sabuk pengaman dan memberi vaksin rutin," jelasnya.

Prof Viner sendiri mengaku lebih khawatir anak-anak terkena campak daripada virus corona Covid-19. Karenanya, pastikan vaksinasi anak-anak mutakhir, termasuk vaksinasi flu untuk musim dingin mendatang.

Sementara itu, pejabat Sekretaris Pendidikan, Gavin Williamson memperingatkan bahwa guru bisa melihat peningkatan perilaku buruk akibat beberapa siswa sudah lupa aturan disiplin.

Di sisi lain, siswa yang batuk di sekolah juga bisa dikeluarkan dari kelas atau disarankan pulang di tengah pandemi virus corona Covid-19 sekarang ini.

Terkait

Terkini