cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Sabtu, 26 September 2020

Peneliti Inggris: Ada 3 Gejala Utama pada Anak yang Terinfeksi Covid-19

Kira-kira apa gejala Covid-19 tersebut?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
ilustrasi anak sakit. (Pixabay)
ilustrasi anak sakit. (Pixabay)

Himedik.com - Virus corona Covid-19 memang memengaruhi setiap orang secara berbeda, bahkan, gejala yang dialami orang dewasa dan anak-anak pun juga berbeda.

Ahli kembali menemukan daftar gejala yang sangat umum terjadi pada anak-anak saat terinfeksi virus corona Covid-19, yaitu kelelahan, demam, dan sakit kepala.

"Kami perlu mulai memberi tahu orang-orang apa saja gejala utama sesuai dengan perbedaan usia selain batuk, demam, dan kurangnya kemampuan indera penciuman," kata pemimpin penelitian Profesor Tim Spector, dari King's College London, Inggris.

Penemuan terbaru tim tersebut didasarkan pada laporan gejala pada 198 anak yang dites positif Covid-19.

Lebih dari separuh (55%) anak-anak dengan gejala Covid-19 mengalami kelelahan, sementara 54% mengeluh sakit kepala, dan hampir setengahnya demam.

Sebanyak 38% anak-anak dengan gejala merasakan sakit tenggorokan, 35% tidak napsu makan, 15% mengalami ruam kulit yang tidak biasa dan 13% terkena diare.

Ilustrasi anak demam (Shutterstock)

Tim menyarankan, yang terpenting adalah anak-anak ikut dites saat orangtuanya melakukan tes virus corona, meski mereka tidak menunjukkan gejala.

Dr Tom Waterfield dari Queen's University Belfast, yang tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan temuan ini sejalan dengan karyanya sendiri yang menunjukkan gejala seperti kelelahan, sakit kepala, dan sakit perut biasa terjadi pada anak-anak dengan Covid-19.

Prof Martin Marshall, ketua Royal College of GPs, menyambut baik penelitian ini.

"Memahami bahwa anak-anak mungkin menunjukkan gejala yang berbeda dengan orang dewasa sangat berguna agar dokter dan timnya, serta dokter spesialis anak, dapat mengidentifikasi virus dan merespons dengan tepat," katanya, dikutip dari The Guardian.

Terkait

Terkini