cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 20 September 2020

Sang Ibu Lihat Mata Putrinya seperti 'Mata Kucing', Ternyata Kanker

Akhirnya salah satu mata gadis kecil ini diangkat.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi gejala kanker mata  (Pixabya/cocoparisienne)
Ilustrasi gejala kanker mata (Pixabya/cocoparisienne)

Himedik.com - Seorang gadis lima tahun harus menjalani operasi pengangkatan mata akibat kanker mata yang dideritanya. Penyakit berbahaya ini pertama kali terdeteksi saat sang ibu melihat foto putrinya itu.

Dalam foto tersebut, sang ibu Victoria Hogg, melihat adanya bercak putih di pupil kiri di mata putrinya yang bernama Nancy.

"Saya ingat pernah membaca sesuatu di media sosial yang mengatakan bahwa mengambil gambar dengan flash dan mendapati bercak putih di atas mata dapat menunjukkan kanker. Ada bercak putih besar di atas pupil kirinya, dan saya langsung panik," tutur Victoria kepada Metro.

Beberapa hari kemudian, dokter mendiagnosisnya dengan retinablastoma. Kondisi membuat dokter harus segera mengoperasinya sebelum menyebar ke otak.

Berdasarkan Alodokter, retinoblastoma merupakan kanker mata pada anak, yang terjadi saat sel-sel retina mata tumbuh cepat, tidak terkendali, dan merusak jaringan di sekitarnya.

Ilustrasi operasi katarak. (Shutterstock)
Ilustrasi operasi mata (Shutterstock)

Salah satu tanda mencolok dari kanker ini adalah terlihatnya bercak putih, yang seringnya disebut dengan 'mata kucing', pada pupil saat terkena sinar.

Victoria, dari Brentwood, Essex, memperhatikan bahwa sesekali mata putrinya juling. Namun, ia tidak sadar bahwa itu gejala kanker karena putrinya sudah berkembang dengan baik dalam membaca dan menulis di sekolah.

"Saya menutupi matanya yang terkena kanker dan meminta Nancy untuk mengidentifikasi beberapa benda rumah. Kemudian saya menutupi mata normalnya dan menanyakan hal yang sama. Dia menggelengkan kepalanya dan berkata, 'Ibu, aku tidak bisa melihatnya'," jelas Victoria.

Berusaha untuk tidak panik, Victoria membawa Nancy ke Southend University Hospital di mana gadis kecil itu didiagnosis retinoblastoma.

Delapan hari kemudian, Nancy menjalani operasi yang berlangsung 45 menit untuk mengangkat tumor di spesialis pusat retinoblastoma The Royal London Hospital.

Dua minggu setelah operasi Nancy sudah kembali bersekolah.

Untungnya, Nancy memiliki teman-teman yang sangat mendukungnya sehingga ia tidak merasa sedih.

Pada Februari, Nancy mendapat mata palsu dan ia merasa sangat senang. Bahkan, Victoria mengatakan kepercayaan dirinya pulih.

Dari pengalamannya ini, Victoria sekarang bekerja dengan Childhood Eye Cancer Trust untuk mendorong orangtua lain agar waspada terhadap tanda-tanda retinoblastoma.

Terkait

Terkini