cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Rabu, 12 Agustus 2020

Jangan Salah, Ini Beda Fast Food dan Junk Food

Selama ini fast food dan junk food dianggap makanan yang sama saja, padahal keduanya meiliki kandungan gizi yang berbeda.

Rauhanda Riyantama | Dwi Citra Permatasari Sunoto
cloud_download Baca offline
Makanan cepat saji. (pixabay)
Makanan cepat saji. (pixabay)

Himedik.com - Selama ini fast food (makanan cepat saji) dan junk food (makanan sampah) dianggap makanan yang sama saja. Fast food dianggap junk food, dan junk food identik dengan fast food. Padahal faktanya tidak melulu demikian.

Dilansir dari laman Suara, Profesor Ali Khomsan yang merupakan Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), menjelaskan bahwa fast food merujuk pada makanan cepat saji yang tinggi kandungan garam dan lemak, namun rendah serat. Contohnya seperti pizza, ayam goreng, dan hamburger.

Lebih lanjut Prof. Ali Khomsan menjelaskan, terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji akan menimbulkan masalah bagi kesehatan. Tapi, jika hanya sekali atau dua kali dalam sebulan maka masih aman bagi kesehatan.

Makanan cepat saji. (pixabay)
Makanan cepat saji. (pixabay)

 

Sedangkan junk food merujuk pada makanan tinggi kalori, dengan kandungan gizi yang sangat rendah atau bahkan tidak ada sama sekali. Di antaranya adalah keripik dan snack. Itulah sebabnya disebut sebagai makanan sampah, karena memang kandungan gizinya yang hampir tidak ada.

Jadi kamu yang gemar makan fast food boleh sedikit berbahagia nih. Pasalnya makanan cepat saji bukanlah makanan sampah seperti yang selama ini dibicarakan. Golongan makanan ini masih mengandung sejumlah nutrisi yang berguna bagi tubuh.

Sedangkan kamu yang hobi ngemil keripik atau snack, mulai sekarang coba ganti camilan kamu dengan olahan kacang-kacangan ya karena rendah kalori tapi tinggi protein. Atau kamu bisa juga ganti dengan kudapan sehat seperti salad sayur dan buah.

Terkait

Terkini