Sabtu, 07 Desember 2019

Menguak Fakta Vampire Facial yang Sempat Tuai Kontroversi

Vampire facial dilakukan dengan cara mengambil darah pasien, lalu disuntikkan kembali ke wajah.

Vika Widiastuti | Dwi Citra Permatasari Sunoto
Ilustrasi vampire facial. (pixabay/linolombardi)
Ilustrasi vampire facial. (pixabay/linolombardi)

Himedik.com - Tak hanya persoalan fashion atau gaya rambut, tren kecantikan nampaknya juga mengalami perkembangan. Salah satu yang menarik perhatian di akhir tahun lalu adalah Vampire Facial.

Dipopulerkan oleh Kim Kardashian dan para seleb lainnya, vampire facial ini dilakukan dengan cara mengambil darah pasien, lalu disuntikkan kembali ke wajah menggunakan jarum mikro.

Namun, melansir dari WebMD, tahun lalu sebuah spa kecantikan bernama VIP Spa di Albuquerque, New Mexico, AS ditutup oleh otoritas kesehatan setempat karena diduga membahayakan pasien.

Mereka berasumsi bahwa teknik facial semacam ini bisa menimbulkan infeksi melalui darah, seperti HIV dan hepatitis B dan C. Sementara itu, pemilik spa, Luly Ruiz, mengatakan bahwa ia selalu membuang jarum bekas pakai dan tidak pernah menggunakannya secara ulang.

Dibalik kekhawatiran tersebut, sebenarnya teknik facial tersebut menawarkan keuntungan yang cukup menggiurkan seperti perbaikan tekstur dan warna kulit, pemulihan bentuk wajah, serta tumbuhnya jaringan baru dan yang lebih muda.

Ini karena perawatan tersebut merupakan kombinasi dari mikrodermabrasi, diikuti oleh aplikasi PRP (platelet-rich plasma).

"PRP berasal dari bagian serum darah, yang mengandung trombosit. Trombosit mengandung tingkat faktor pertumbuhan yang tinggi, yang bila diterapkan pada kulit, akan merangsang pergantian sel," jelas dokter kulit Ava Shamban seperti dikutip dari Allure.

Sementara itu direktur penelitian kosmetik dan klinis dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City, Joshua Zeichner, menjelaskan dalam kalimat yang lebih sederhana, tapi intinya tetap sama.

"Perawatan menggunakan darah Anda sendiri untuk membantu mempromosikan aktivitas sehat sel-sel kulit. Darah terdiri dari sel darah merah dan serum, yang mengandung sel darah putih dan trombosit."

Lebih lanjut Zeichner menjelaskan bahwa trombosit kaya akan faktor pertumbuhan yang pada dasarnya bertindak sebagai energi pembantu untuk kulit kita. Ini membantu fungsi kulit secara optimal, meningkatkan kolagen dan elastin, serta membawa sifat antioksidan dan melembapkan.

Terkait

Terkini