Sabtu, 25 Januari 2020

Ngeri, Polusi Udara di Bangkok Sebabkan Warga Bersin dan Batuk Darah

"Saya sangat terkejut karena saya tidak pernah bersin darah sebelumnya," kata seorang pekerja kantor.

Vika Widiastuti
cloud_download Baca offline
Ilustrasi kabut asap (Pixabay/lucindafaye)
Ilustrasi kabut asap (Pixabay/lucindafaye)

Himedik.com - Awal bulan ini dilaporkan, kualitas udara di Bangkok telah memburuk, bahkan mencapai tingkat yang berbahaya. Diberitakan World of Buzz, Jumat (1/2/2018), partikel-partikel halus dalam kabut tidak dapat tersebar karena iklim di Bangkok yang dingin dan tekanan tinggi yang datang dari China.

Selain itu, seperti dilansir dari Daily Mail, kabut asap tersebut kini berada pada pertikel PM2.5 yang telah memengaruhi kesehatan manusia dan hewan di kota tersebut.

Meski sebagian besar orang telah mengenakan masker untuk melindungi diri dari kabut, bahaya tetap tak terelakkan. Beberapa orang telah berbagi foto, bagaimana kabut memengaruhi mereka.

Terlihat mata yang merah dan darah keluar dari hidung. Bukan itu saja, mereka juga batuk dan bersin darah.

"Dua hari yang lalu, hidung saya sakit saat bernapas. Saya bersin sepanjang malam dan itu bahkan lebih buruk di pagi hari ketika saya bersin darah. Saya sangat terkejut karena saya tidak pernah bersin darah sebelumnya sepanjang hidup saya," kata seorang pekerja kantor kepada Daily Mail.

Hingga saat ini, pemerintah Thailand telah menutup 439 sekolah dan sedang berusaha menangani masalah kabut asap. Pihak berwenang telah melakukan penyemaian awan, menyemprotkan air untuk mengurangi polutan.

Mereka juga telah melarang orang membakar dupa dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang signifikan.

Terkait

Terkini