Selasa, 31 Maret 2020

Dinginkan Nasi Terlalu Lama, Kamu Bisa Alami Sindrom Nasi Goreng

Apa sebenarnya sindrom nasi goreng ini?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yuliana Sere
cloud_download Baca offline
Nasi goreng dengan timun (YouTube)
Nasi goreng dengan timun (YouTube)

Himedik.com - Istilah sindrom nasi goreng mungkin masih asing di telinga beberapa orang. Ya, sindrom ini akan muncul jika kamu tidak memasak nasi goreng dengan benar.

Pengalaman ini terjadi pada Germaine Mobley (62). Ia mengatakan dirinya pernah sakit parah setelah makan di sebuah restoran di luar Dallas.

''Saya mulai mengalami masalah pernapasan dan suami saya memanggil ambulans,'' kenangnya, seperti dikutip dari insideedition.

Mobley mengatakan dia dirawat di ICU selama delapan hari karena didiagnosis sindrom nasi goreng. Ini terjadi karena nasi goreng ditinggalkan terlalu lama setelah dimasak.

Ia menggugat pihak restoran, tapi restoran menyangkal klaimnya bahwa makanan mereka yang membuatnya sakit.

Banyak koki profesional suka mendinginkan nasi agar tidak menggumpal dan menjadi lembek saat dicampur dengan bahan lain saat digoreng.

Nasi goreng. (pixabay/sharonang)
Nasi goreng. (pixabay/sharonang)

 

Namun jika terlalu dingin, bakteri dapat berkembang dan membuatmu sakit. Pakar kuliner, Celeste Rogers menjelaskan prosesnya ke Inside Edition.

''Seringkali kita akan memasak beras, kita akan membiarkannya pada suhu kamar agar dingin,'' katanya. ''Periode itulah yang kita perhatikan. Kami memiliki maksimal enam jam untuk mendinginkan nasi itu.''

Jika kamu menyiapkan nasi goreng di rumah, Rogers memiliki saran tentang cara mendinginkan nasi dengan cepat. Hal ini bertujuan untuk menghindari pertumbuhan bakteri.

"Untuk mendinginkannya dengan cepat, kita membuat permukaan yang lebih rata sehingga lebih banyak area permukaan yang lebih dingin," katanya.

Setelah dingin, mulailah mencampur bahan makanan yang lain. Masaklah dengan benar biar tidak kena sindrom nasi goreng.

Terkait

Terkini