Sabtu, 25 Januari 2020

Sepsis, Kondisi Mengancam Tubuh yang Dimulai dari Infeksi

Kenali gejala, penyebab dan faktor risikonya.

Agung Pratnyawan | Yuliana Sere
cloud_download Baca offline
Ilustrasi infeksi pada tangan. (unsplash)
Ilustrasi infeksi pada tangan. (unsplash)

Himedik.com - Sepsis adalah hasil dari respon imun masif terhadap infeksi bakteri yang masuk ke dalam darah. Seringkali ini menyebabkan disfungsi organ.

Dalam istilah awam, sepsis adalah kondisi yang mengancam jiwa yang muncul ketika respons tubuh terhadap infeksi melukai jaringan dan organnya sendiri.

Melansir dari medicalnewstoday, sepsis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri dalam darah yang disebut septikemia.

Tanda-tanda dan gejala sepsis setelah infeksi seringkali tidak terlihat. Namun beberapa tanda yang paling umum terjadi, antara lain:

  1. Demam disertai menggigil
  2. Denyut jantung
  3. Kecepatan bernapas yang cepat
  4. Berkeringat yang tidak biasa
  5. Perubahan kondisi mental
  6. Bicara tidak jelas
  7. Diare, mual, muntah
  8. Nyeri otot
  9. Kesulitan bernapas
  10. Kulit yang dingin dan lembab
Ilustrasi gatal - (Shutterstock)
Ilustrasi gatal - (Shutterstock)

 

Penyebab

Infeksi bakteri adalah penyebab paling umum dari sepsis. Infeksi tubuh apa pun dapat memicu kondisi paru-paru, saluran kemih dan daerah perut.

Orang yang lebih tua lebih berisiko mengalami sepsis karena penuaan. Kemungkinan mengembangkan sepsis juga meningkat setelah operasi.

Faktor risiko

Sepsis bisa terjadi pada siapa saja yang mengalami infeksi dengan komplikasi. Namun beberapa faktor risiko yang berpengaruh, antara lain:

  1. Sistem kekebalan yang melemah
  2. Penyakit kronis, termasuk diabetes, penyakit ginjal atau hati, AIDS, dan kanker
  3. Luka parah, termasuk luka bakar

Seseorang bisa lebih rentan terhadap sepsis jika resistensi antibiotik meningkat. Mikroba menjadi kebal terhadap obat-obatan yang seharusnya dapat mengendalikan infeksi.

Terkait

Terkini