Jum'at, 15 November 2019

Studi Ungkap Kebiasaan Berjalan Cepat Bikin Panjang Umur

Sementara orang dengan tipe pejalan kaki lambat cenderung memiliki harapan hidup lebih rendah.

Vika Widiastuti
Jalan kaki. (shutterstock)
Jalan kaki. (shutterstock)

Himedik.com - Sebuah penelitian menunjukkan berjalan cepat bermanfaat untuk kesehatan, bahkan mereka yang suka berjalan kaki dengan hentakan yang cepat, yaitu 100 langkah per menit cenderung lebih panjang umur. 

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Mayo Clinic Proceeding ini menganalisis tipe berjalan 474.919 orang dan mencocokkan dengan usia mereka. Peneliti menemukan bahwa responden yang memiliki kecepatan berjalan cepat memiliki harapan hidup yang lebih lama termasuk pada orang yang kurus maupun obesitas.

Sementara orang dengan tipe pejalan kaki lambat cenderung memiliki harapan hidup lebih rendah.

Peneliti utama Tom Yates, dari University of Leicester di Inggris, mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa kebugaran fisik adalah indikator harapan hidup yang lebih baik daripada indeks massa tubuh.

Ilustrasi jalan kaki. (Pixabay/schroederhund)
Ilustrasi jalan kaki. (Pixabay/schroederhund)

 

"Berdasarkan temuan ini kami mendorong masyarakat untuk melakukan jalan cepat untuk meningkatkan harapan hidup mereka," katanya.

Tahun lalu, Andrea dan timnya melakukan penelitian yang mengungkap bahwa orang paruh baya yang berjalan lambat berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung.

Studi yang menggunakan data dari UK Biobank ini juga menunjukkan bahwa pejalan kaki lambat, dua kali lebih mungkin mengalami kematian terkait jantung dibandingkan pejalan kaki cepat. (Suara.com/Firsta Nodia)

Terkait

Terkini