Jum'at, 15 November 2019

Studi: Tersenyum Palsu Saat Kerja Tingkatkan Kecenderungan Minum Alkohol

"Tersenyum sebagai bagian dari pekerjaanmu kedengarannya seperti hal positif, tetapi melakukannya sepanjang hari bisa menguras tenaga."

Vika Widiastuti
Ilustrasi bekerja . (Pixabay/rawpixel)
Ilustrasi bekerja . (Pixabay/rawpixel)

Himedik.com - Sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan, pekerja yang kerap berpura-pura tersenyum memiliki kecenderungan lebih untuk mengonsumsi alkohol. Kok bisa?

Seperti dilansir dari fox17, para peneliti di Penn State dan University of Buffalo memantau kebiasaan minum dari 1.592 orang yang bekerja dan berhubungan langsung dengan masyarakat, termasuk pekerja jasa makanan, perawat, dan guru.

Melalui penelitian tersebut, para peneliti menemukan lebih banyak karyawan harus berpura-pura tersenyum dan membesar-besarkan emosi positifnya. Mereka juga harus menekan emosi negatif.

Profesor psikologi di Penn State Alicia Grandley berhipotesis, orang-orang tersebut lebih mungkin mengonsumsi alkohol dalam jumlah lebih besar ketika tidak bekerja.

"Memalsukan dan menekan emosi kepada pelanggan berkaitan dengan kebiasaan minum akibat tekanan pekerjaan dan emosi negatif," kata Grandley.

Dia menegaskan, bukan perasaan buruk yang membuat mereka beralih ke alkohol melainkan karena mereka harus mengendalikan emosi negatif di tempat kerja. "Semakin mereka harus mengendalikan emosi negatif di tempat kerja, semakin sedikit mereka dapat mengendalikan asupan alkohol setelah bekerja," imbuhnya.

Ilustrasi wanita bekerja di kantor. (Shutterstock)
Ilustrasi wanita bekerja di kantor. (Shutterstock)

 

Grandley menyakini, memalsukan atau menekan emosi membuat para pekerja menggunakan banyak kontral pada diri mereka sehingga memiliki sedikit kontrol untuk mengatur seberapa banyak mereka minum.

"Tersenyum sebagai bagian dari pekerjaanmu kedengarannya seperti hal positif, tetapi melakukannya sepanjang hari bisa menguras tenaga," tandasnya.

"Dalam pekerjaan ini, kerap kali ada uang yang terkait dengan menunjukkan emosi positif dan menahan perasaan negatif. Uang memberi Anda motivasi untuk mengesampingkan kecenderungan alami Anda, tetapi melakukannya sepanjang hari bisa melelahkan," lanjutnya.

Data tersebut berdasarkan hasil dari survei yang didanai oleh National Institutes of Health, yang disebut Survei Nasional tentang Stres dan Kesehatan Kerja. Survei ini mempelajari hampir 3.000 peserta populasi pekerja AS, menurut Penn State.

Terkait

Terkini